Jumat, 05 Jun 2026 06:40 WIB

Pemkot Surabaya Siagakan 100 Nakes di Pengajian Akbar Gus Iqdam

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Mei 2024 13:31 WIB
Foto: Eri Cahyadi dan Gus Iqdam
Foto: Eri Cahyadi dan Gus Iqdam

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiagakan sekitar 100 tenaga kesehatan (nakes) untuk mendukung kelancaran acara pengajian akbar bersama KH Agus Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam, Jumat (10/5/2024).

Pengajian akbar yang digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731 tersebut, didukung oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, M Fikser menyatakan, ada sekitar 100 nakes dari Dinas Kesehatan (Dinkes) yang disiagakan. Ini sebagai langkah antisipasi apabila ada jemaah yang mengalami kelelahan, sakit, maupun persoalan medis lain.

"Sekitar 100 tenaga kesehatan itu disiagakan di beberapa titik-titik lokasi acara. Selain nakes, Pemkot Surabaya menyiapkan enam mobil ambulance di lokasi," kata M Fikser, Jumat (10/5/2024) pagi.

Fikser menjabarkan bahwa rangkaian acara pengajian akbar bersama Gus Iqdam akan dimulai pukul 19.00 WIB di Taman Surya Balai Kota Surabaya. Sementara Gus Iqdam, dijadwalkan mulai menyampaikan tausiyah agama sekitar pukul 21.20 WIB.

"Sebelum tausiyah agama, acara akan diisi penampilan hadrah dari Pusat Sabilu Taubah dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Kami juga menyiapkan Salat Maghrib berjamaah di lokasi acara," paparnya.

Nah, bagi para jemaah atau orang tua yang mengajak anak-anak, Fikser mengimbau mereka agar melakukan pengawasan. Sehingga tidak sampai anak-anak tersebut terpisah dari pengawasan para orang tua.

"Kami juga mohon maaf kepada masyarakat atau pengguna jalan raya di sekitar lokasi yang akan sedikit terganggu dengan adanya acara pengajian tersebut," tuturnya.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro memaparkan, sedikitnya ada sekitar 50 personel BPBD yang disiagakan untuk mendukung kelancaran acara pengajian akbar bersama Gus Iqdam.

"BPBD Surabaya menyiapkan sembilan tim evakuator untuk mengantisipasi apabila ada kedaruratan. Satu tim evakuator itu terdiri dari sekitar 4-5 personel," kata Agus Hebi.

Menurut dia, masing-masing tim evakuator tersebut juga dilengkapi dengan tabung oksigen. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan mobil ambulance.

"Kami juga berkoordinasi dengan RSUD dr Soewandhie dan puskesmas terdekat untuk membuka akses apabila ada kedaruratan pada saat itu," jelasnya.

Hebi menyebut, puluhan personel BPBD Kota Surabaya itu tersebar di beberapa titik lokasi. Baik di dalam area Taman Surya maupun di luar atau kawasan sekitar untuk membantu apabila ada jemaah yang membutuhkan.
"Mereka akan ditempatkan di titik-titik tertentu yang fungsinya adalah untuk mengevakuasi apabila ada darurat medis," pungkasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.