Minggu, 01 Feb 2026 23:44 WIB

Pemkot Surabaya Siagakan 100 Nakes di Pengajian Akbar Gus Iqdam

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Mei 2024 13:31 WIB
Foto: Eri Cahyadi dan Gus Iqdam
Foto: Eri Cahyadi dan Gus Iqdam

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiagakan sekitar 100 tenaga kesehatan (nakes) untuk mendukung kelancaran acara pengajian akbar bersama KH Agus Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam, Jumat (10/5/2024).

Pengajian akbar yang digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731 tersebut, didukung oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, M Fikser menyatakan, ada sekitar 100 nakes dari Dinas Kesehatan (Dinkes) yang disiagakan. Ini sebagai langkah antisipasi apabila ada jemaah yang mengalami kelelahan, sakit, maupun persoalan medis lain.

"Sekitar 100 tenaga kesehatan itu disiagakan di beberapa titik-titik lokasi acara. Selain nakes, Pemkot Surabaya menyiapkan enam mobil ambulance di lokasi," kata M Fikser, Jumat (10/5/2024) pagi.

Fikser menjabarkan bahwa rangkaian acara pengajian akbar bersama Gus Iqdam akan dimulai pukul 19.00 WIB di Taman Surya Balai Kota Surabaya. Sementara Gus Iqdam, dijadwalkan mulai menyampaikan tausiyah agama sekitar pukul 21.20 WIB.

"Sebelum tausiyah agama, acara akan diisi penampilan hadrah dari Pusat Sabilu Taubah dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Kami juga menyiapkan Salat Maghrib berjamaah di lokasi acara," paparnya.

Nah, bagi para jemaah atau orang tua yang mengajak anak-anak, Fikser mengimbau mereka agar melakukan pengawasan. Sehingga tidak sampai anak-anak tersebut terpisah dari pengawasan para orang tua.

"Kami juga mohon maaf kepada masyarakat atau pengguna jalan raya di sekitar lokasi yang akan sedikit terganggu dengan adanya acara pengajian tersebut," tuturnya.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro memaparkan, sedikitnya ada sekitar 50 personel BPBD yang disiagakan untuk mendukung kelancaran acara pengajian akbar bersama Gus Iqdam.

"BPBD Surabaya menyiapkan sembilan tim evakuator untuk mengantisipasi apabila ada kedaruratan. Satu tim evakuator itu terdiri dari sekitar 4-5 personel," kata Agus Hebi.

Menurut dia, masing-masing tim evakuator tersebut juga dilengkapi dengan tabung oksigen. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan mobil ambulance.

"Kami juga berkoordinasi dengan RSUD dr Soewandhie dan puskesmas terdekat untuk membuka akses apabila ada kedaruratan pada saat itu," jelasnya.

Hebi menyebut, puluhan personel BPBD Kota Surabaya itu tersebar di beberapa titik lokasi. Baik di dalam area Taman Surya maupun di luar atau kawasan sekitar untuk membantu apabila ada jemaah yang membutuhkan.
"Mereka akan ditempatkan di titik-titik tertentu yang fungsinya adalah untuk mengevakuasi apabila ada darurat medis," pungkasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.