Jumat, 04 Sep 2026 16:55 WIB

Kemensos Bantu Pengobatan Penderita Dermolisis Bulosa di Kendari

  • Penulis : Redaksi
  • | Rabu, 20 Mar 2024 11:36 WIB
Foto: Penderita Dermolisis Bulosa
Foto: Penderita Dermolisis Bulosa

selalu.id – Terbatas secara ekonomi dan tak mampu berobat, Idral Harits Sabban (17) pasrah dengan kondisinya yang mengalami sakit kulit yang ia derita selama 17 tahun lamanya.

Idral didiagnosa mengidap penyakit Sups Harlequien atau Dermolisis Bulosa yaitu penyakit bawaan yang menyebabkan kelainan pada kulit. Sejak kecil, Idral hidup dengan kondisi 90% kulit tubuh melepuh. Penghasilan orang tuanya yang bekerja sebagai nelayan tentu tidak dapat menutupi biaya pengobatan Idral.

Namun, melalui bantuan kemanusiaan Kemensos, Idral diboyong ke Jakarta untuk proses pengobatan.
Informasi tentang remaja asal Desa Wahai Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah itu pertama kali dilaporkan oleh pendamping sosial ke Command Center 171 milik Kementerian Sosial dan kemudian ditindaklanjuti oleh Sentra Meohai di Kendari.

“Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Menteri Sosial yang telah membawa saya berobat ke Jakarta,” kata Idral.

Sementara itu, di usianya yang ke 17, tinggi badan Idral hanya 130 cm dan berat badannya 25 kg. Kondisi ini kerap membuatnya menjadi sasaran perundungan di sekolah. Namun, Idral tidak memedulikan sikap teman-temannya. Malah, ia jadikan sebagai motivasi untuk berprestasi. Idral berhasil mengelola kepercayaan dirinya dan selalu mendapat peringkat tiga besar di sekolahnya.

Semangat Idral pada pendidikan menjadi perhatian serius Kemensos. Kepala Senta Meohai Fepi Rubianti mengatakan pihaknya akan memfasilitasi akses Pendidikan lanjutan bagi Idral.

Baca Juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Mojokerto, Mensos Gus Ipul Tegur Pendamping

“Sekarang sudah kelas 12, sebentar lagi akan masuk kuliah. Akan kami fasilitasi untuk lanjut kuliah,” katanya saat dihubungi via whatsapp pada Senin (18/3). Selain rencana kuliah, Kemensos juga melunasi tunggakan biaya pendidikan yang mencakup biaya ujian dan komite.

Dikatakan Fepi, saat ini Kemensos fokus pada pengobatan. Sebelum dirujuk ke Poliklinik Dermatologi Pedriatik RSCM Jakarta, Kemensos merujuk Idral ke dua rumah sakit di Ambon. “Kemaren sempat dirawat karena HB-nya turun. Tapi sekarang sudah naik lagi,” ujar Fepi.

Saat ini, Idral sedang menjalani perawatan di RSCM. Kemensos melalui Sentra Mulya Jaya di Jakarta menanggung biaya akomodasi selama pengobatan. Tidak hanya Idral, ibu kandungnya pun dibawa untuk mendampingi. Sebelumnya, Kemensos telah memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa bantuan pemenuhan hidup layak dan perlengkapan perawatan luka pada kulit sesuai hasil asesmen dan arahan dokter. Rencananya, ibu kandung Idral akan diberikan bantuan kewirausahaan setelah perawatan selesai.

Untuk bantuan sosial, Kemensos telah berkoordinasi dengan pihak terkait agar Idral dan keluarganya masuk dalam Data Terpadu Kesejahetraan Sosial (DTKS) dan bisa mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Selama ini, status DTKS keluarga Idral terganjal NIK yang tidak padan dengan data Dukcapil.

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.