Selasa, 20 Okt 2026 03:52 WIB

Kemensos Bantu Pengobatan Penderita Dermolisis Bulosa di Kendari

  • Penulis : Redaksi
  • | Rabu, 20 Mar 2024 11:36 WIB
Foto: Penderita Dermolisis Bulosa
Foto: Penderita Dermolisis Bulosa

selalu.id – Terbatas secara ekonomi dan tak mampu berobat, Idral Harits Sabban (17) pasrah dengan kondisinya yang mengalami sakit kulit yang ia derita selama 17 tahun lamanya.

Idral didiagnosa mengidap penyakit Sups Harlequien atau Dermolisis Bulosa yaitu penyakit bawaan yang menyebabkan kelainan pada kulit. Sejak kecil, Idral hidup dengan kondisi 90% kulit tubuh melepuh. Penghasilan orang tuanya yang bekerja sebagai nelayan tentu tidak dapat menutupi biaya pengobatan Idral.

Namun, melalui bantuan kemanusiaan Kemensos, Idral diboyong ke Jakarta untuk proses pengobatan.
Informasi tentang remaja asal Desa Wahai Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah itu pertama kali dilaporkan oleh pendamping sosial ke Command Center 171 milik Kementerian Sosial dan kemudian ditindaklanjuti oleh Sentra Meohai di Kendari.

“Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Menteri Sosial yang telah membawa saya berobat ke Jakarta,” kata Idral.

Sementara itu, di usianya yang ke 17, tinggi badan Idral hanya 130 cm dan berat badannya 25 kg. Kondisi ini kerap membuatnya menjadi sasaran perundungan di sekolah. Namun, Idral tidak memedulikan sikap teman-temannya. Malah, ia jadikan sebagai motivasi untuk berprestasi. Idral berhasil mengelola kepercayaan dirinya dan selalu mendapat peringkat tiga besar di sekolahnya.

Semangat Idral pada pendidikan menjadi perhatian serius Kemensos. Kepala Senta Meohai Fepi Rubianti mengatakan pihaknya akan memfasilitasi akses Pendidikan lanjutan bagi Idral.

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

“Sekarang sudah kelas 12, sebentar lagi akan masuk kuliah. Akan kami fasilitasi untuk lanjut kuliah,” katanya saat dihubungi via whatsapp pada Senin (18/3). Selain rencana kuliah, Kemensos juga melunasi tunggakan biaya pendidikan yang mencakup biaya ujian dan komite.

Dikatakan Fepi, saat ini Kemensos fokus pada pengobatan. Sebelum dirujuk ke Poliklinik Dermatologi Pedriatik RSCM Jakarta, Kemensos merujuk Idral ke dua rumah sakit di Ambon. “Kemaren sempat dirawat karena HB-nya turun. Tapi sekarang sudah naik lagi,” ujar Fepi.

Saat ini, Idral sedang menjalani perawatan di RSCM. Kemensos melalui Sentra Mulya Jaya di Jakarta menanggung biaya akomodasi selama pengobatan. Tidak hanya Idral, ibu kandungnya pun dibawa untuk mendampingi. Sebelumnya, Kemensos telah memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa bantuan pemenuhan hidup layak dan perlengkapan perawatan luka pada kulit sesuai hasil asesmen dan arahan dokter. Rencananya, ibu kandung Idral akan diberikan bantuan kewirausahaan setelah perawatan selesai.

Untuk bantuan sosial, Kemensos telah berkoordinasi dengan pihak terkait agar Idral dan keluarganya masuk dalam Data Terpadu Kesejahetraan Sosial (DTKS) dan bisa mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Selama ini, status DTKS keluarga Idral terganjal NIK yang tidak padan dengan data Dukcapil.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 4 Sudah Cair, Ini Jadwal dan Cara Ambil Sesuai Desil

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).