Jumat, 06 Nov 2026 07:07 WIB

Guyub Rukun, Indeks Kerukunan Umat Beragama 2023 Jawa Timur Lampaui Rata-rata Nasional

Gubernur Khofifah
Gubernur Khofifah

selalu.id - Berdasarkan data yang dirilis oleh Pusaka Kemenag Super App, Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Provinsi Jawa Timur Jatim pada tahun 2023 mencapai 77,55. Catatan tersebut berhasil melampaui rata-rata Indeks KUB nasional tahun 2023 yaitu sebesar 76,02.

Sebagai informasi, ada tiga dimensi yang dipotret dalam penilaian indeks kerukunan umat beragama, yaitu toleransi (74,47), kesetaraan (77,61), dan kerja sama (76,00).

Terkait hal ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Jatim dari berbagai elemen yang turut menjaga kerukunan di Bumi Majapahit.

"Alhamdulillah Indeks KUB Jatim Tahun 2023  berhasil melampaui rata-rata nasional. Insya Allah  dengan kerja sama semua pihak ke depan akan lebih meningkat lagi," ungkap Khofifah di Madinah yang sedang menjalankan ibadah umrah, Selasa (2/1/2024).

Khofifah menyampaikan, Kenaikan Indeks KUB Jatim ini menjadi cerminan suasana Jatim yang selalu menjaga interaksi sosial guyub rukun dan harmonis. Kestabilan kondisi masyarakat Jawa Timur, sebagai salah satu Episentrum Indonesia di wilayah Timur tentu sangat berpengaruh secara nasional.

"Kerukunan umat beragama di Jawa Timur ini penting  agar terbangun mutual respect dan selanjutnya bisa terjalin mutual trust atau kepercayaan satu sama lain," tegasnya.

Khofifah menambahkan, kestabilan Indeks KUB ini juga diharapkan bisa berpengaruh pada kestabilan kondisi masyarakat menjelang Pemilu pada 2024 mendatang. Pasalnya, Pemilu tahun 2024 ini  bukan hanya sekali, namun Pemilu serentak akan dilakukan dua kali dalam setahun.

"Kondisi masyarakat yang guyub rukun  dan harmonis ini jadi bekal untuk mewujudkan Pemilu yang aman, damai dan kondusif," ungkapnya.

Selain itu, kerukunan umat beragama sendiri memang masuk dalam salah satu dari tujuh program prioritas yang ditetapkan Kemenag RI terkait penguatan moderasi beragama. Hal ini semakin menunjukkan keseriusan pemerintah untuk terus menjaga kerukunan umat beragama guna mewujudkan keamanan bagi seluruh masyarakat.

Dalam hal ini, Khofifah juga menyampaikan terima kasih atas sinergitas dan kerja keras seluruh elemen strategis di Jawa Timur. Dari aparat, penegak hukum, tokoh agama (Toga), hingga tokoh masyarakat (Tomas) berperan penting dalam setiap upaya mewujudkan Jawa Timur yang aman, damai, adem ayem dan harmonis. Termasuk keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Jatim.

"Terimakasih juga atas kolaborasi dan sinergitas seluruh aparat penegak hukum, toga, tomas, dan keberadaan FKUB di Jatim. Selamat Tahun Baru 2024 semoga tahun ini  tambah sehat sukses dan bahagia," pungkasnya.

Baca Juga: Apel Siaga Bencana di Jatim, Irjen Dekananto: Musim Hujan Diprediksi Datang Lebih Lambat

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gunung Bromo Erupsi, Warga dan Wisatawan Diminta Waspada

Tinggi kolom abu erupsi sekitar 500 M di atas puncak atau sekitar 2.829 M di atas permukaan laut (Mdpl). Warga dan wisatawan diminta waspada.

HP Luncurkan Laptop AI PC Daya Tinggi, Berikut Harga dan Spesifikasinya

Perangkat ini menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan laptop yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga mendukung gaya hidup dan estetika visual modern.

Kemnaker Salurkan BSU Rp900 Ribu Mulai November 2026, Ini Syarat Lengkap Penerimanya

Kemnaker mengimbau seluruh pihak pemberi kerja untuk melaporkan data upah dan kepesertaan pekerja secara jujur dan akurat.

Polda Jatim Tetapkan MCL Tersangka Penipuan Arisan Meow Rp4 Miliar

Penetapan tersangka tersebut dilakukan usai penyidik menggelar perkara serta serangkaian pemeriksaan intensif.

Langkah Sigap Bupati Nganjuk Marhaen Tangani Data Kemiskinan Warganya yang Tak Sesuai

Program ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga zakat dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.

Tegas! Bupati Sidoarjo Minta ASN Jauhi Suap dan Gratifikasi

Pasalnya, praktik suap, pungutan liar, dan gratifikasi berpotensi merusak kepercayaan masyarakat sekaligus menghambat pembangunan daerah.