Rabu, 04 Feb 2026 04:27 WIB

Puluhan Santri di Jawa Timur Ikut Pelatihan Penjahitan BDI dan RMI PBNU

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 23 Okt 2023 14:45 WIB
Pelatihan untuk para santri
Pelatihan untuk para santri

selalu.id - Puluhan alumni dan santri yang ada di Jawa Timur mengikuti pelatihan Diklat 3 in Operator Jahit kompenen Angkatan yang ke 31, di Balai Diklat Industri (BDI) Surabaya, mulai 23 Oktober-14 November 2023.

Diketahui Balai Diklat Industri Surabaya bekerja sama dengan Rabithah Marahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) menyelenggarakan pelatihan siap kerja bagi para santri atau alumni santri.

"Ini pelatihan prioritaskan dan ditempatkan ke industri germen di 3 unit ya. Ada di PT KSS Magetan, PT Glory di sragen dan PT Jaya di Sragen," kata Kepala BDI Surabaya Zya Labiba, saat ditemui selalu.id, Senin (23/10/2023).

Zya Nabila menyampaikan total sebanyak 50 santri yang mengikuti diklat ini. Mereka banyak berasal dari pondok pesantren (Ponpes) yang ada di Jawa Timur, yakni Magetan, Jombang, Jember, Tuban.

"Jadi memang pelatihan harus melalui proses selama 13 hari, yang nanti diakhir dengan uji kompetensi tentunya ada sertifikasi profesi. Setelahnya, mereka ditempatkan kerja di tempat mitra yang bekerjasama dengan kami," jelasnya.

Ketua RMI PBNU Hodri Ariev menyampaikan bahwa pihaknya berharap dengan memberikan pelatihan kepada para santri di usia produktif agar mereka mempunyai pekerjaan dan skill di bidangnnya.

"Kita berharap ada sebanyak mungkin santri yang berada di usia produktif agar mereka tidak menjadi pengangguran dan jadi beban negara, di pelatihan ini tentu mereka akan lebih produktif dan mereka bisa mandiri," ujarnya.

Ia menyebut selama ini di pesantren, para santri hanya mendapatkan pelajaran akademik saja. Meskipun, ada kegiatan pendidikan seperti lifestyle itu tetapi tidak membekali keterampilan kerja.

"Maka kerjasama dengan BDI kami berharap para santri memiliki kemampuan kerja yang lebih baik, karena di pesantren tidak di ajarkan keterampilan kerja, cuma diajari ilmu-ilmu yang sifatnya analisa, akademik, semacam itu," jelasnya.

Hodri pun membeberkan tercatat jumlah santri di Indonesia sekisar hampir 4 Juta orang diantaranya afilasi dengan NU yakni sekisar 2,8 juta. Artinya lulusan santri setiap tahun jumlahnya cukup besar.

"Jumlah Pesantren di Indonesia 36 ribu pesantren secara keseluruhan. Yang berafiliasi dengan NU 27 ribu pesantren. Bayangkan kalau pesantren meluluskan 100 orang setiap tahun maka jumlahnya mungkin sangat besar," bebernya

Lulusan pesantren, kata dia, tidak semua melanjutkan ke perguruan tinggi. Bahkan, diantara mereka hanya bekerja tanpa skill yang dia punyai.

"Kalau tidak melanjutkan tidak ada keterampilan kerja maka mereka akan menjadi pekerja kasar dan incomenya menjadi lemah," tuturnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan dibanding santir yang melanjutkan perguruan tinggi hanya sekitar 35 persen. Sisanya, 65 persen santri tidak melanjutkan dan bekerja di informal.

"Pelatihan ini penting, kita menyambut baik. Kita mulai dari BDI Surabaya, BDI yang lain juga membuka peluang yang baik. Peluang bukan hanya pesantren, tapi kebetulan latar belakang mereka belajar di pesantren, tapi mereka bagian dari Indonesia secara utuh," terangnya.

Sementara salah satu peserta Diklat M. Adam Badrusoleh asal Ponpes Darul Ulum Jombang mengaku pertama kali melakukan pelatihan diklat ini. Alasannya, ia mendaftar diklat pelatihan kerja untuk menambah pengalaman dan mengasah skill dibidang penjahitan.

"Buat nambah pengalaman. Harapannya bisa kerja dan tidak bergantung dengan orang tua. Bisa usaha sendiri, buka toko mandiri. Pengalaman dulu," tandasnya.

Baca Juga: Polres Kediri Ajak Santri Jadi Pelopor Lingkungan Bebas Narkoba

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.