Sabtu, 26 Sep 2026 12:29 WIB

Ajak Warga Taati Protokol Kesehatan Covid-19, Keturunan Syaikhona Cholil: Ini Upaya Pencegahan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 18 Jun 2021 16:38 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan, KH Fathur Rozi Zubair.
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan, KH Fathur Rozi Zubair.

Surabaya (selalu.id) - Perusakan pos penyekatan di Jembatan Suramadu oleh warga yang menolak untuk di swab antigen Covid-19 memantik keperihatinan sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan, KH Fathur Rozi Zubair, yang juga anak dari KH Zubair Muntashor, keturunan dari Syaikhona Cholil Bangkalan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

"Saya sangat menyayangkan terjadinya insiden perusakan pos penyekatan di Suramadu tadi pagi. Seharusnya kejadian itu tidak perlu terjadi jika semua masyarakat sadar akan pentingnya menjaga diri kita dari Covid-19," ujar Ra Fathur, saat dikonfirmasi, Jumat (18/6/2021).

Menurut dia, penyekatan dan swab antigen yang dilakukan pemerintah di Suramadu adalah bentuk ikhtiar atau usaha agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan. Tujuannya jelas, agar tidak terjadi kerusakan yang lebih besar. Agar pandemi bisa terkendali, yang akhir-akhir ini jumlahnya meningkat tajam.

"Sebagai muslim, kita harus mencegah kemudaratan yang lebih besar," ujarnya.

Ra Fathur menyebut, penyekatan di Suramadu bukan bentuk diskriminasi. Sebab penyekatan tidak hanya dilakukan pada Suramadu sisi Surabaya, tapi juga Suramadu sisi Madura. Itu artinya, yang diperiksa tidak hanya warga Madura yang akan ke Surabaya, tapi juga warga Surabaya yang akan ke Madura.

Selama ini, lanjutnya, pihaknya telah melakukan sosialisasi agar warga Madura khususnya Bangkalan untuk taat dan memperhatikan protokol kesehatan (prokes).

"Saya minta kepada masyarakat supaya patuh protokol kesehatan. Ini adalah upaya kita bisa terhindar dari musibah Covid-19," ujarnya.

Dia kembali menegaskan, apa yang telah dilakukan pemerintah adalah keputusan yang terbaik untuk masyarakat. Untuk itu, dirinya mendukung langkah pemerintah dalam menangani Covid-19, termasuk penanganan di Bangkalan dan Surabaya.

"Saya juga meminta agar petugas di lapangan untuk lebih ramah dalam melayani warga. Sistemnya juga perlu terus dibenahi agar semakin cepat dalam pelayanan," tandasnya. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.

Ketika Energi Bersih Menentukan Masa Depan Industri Indonesia

Dalam pidato pembukaan General Debate pada 22 September, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut dunia sedang menghadapi empat tests of power.