Selasa, 17 Feb 2026 00:31 WIB

Pastikan Suplay BBM dan Gas Aman, PGN dan BPH Migas Pantau Kelancaran Pelayanan di Jatim

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 18 Apr 2023 19:00 WIB
Pemantauan sirkulasi BBM dan gas di wilayah Jatim oleh PGN dan BPH Migas
Pemantauan sirkulasi BBM dan gas di wilayah Jatim oleh PGN dan BPH Migas

Selalu.id - Menjelang libur Lebaran 1444H dengan mobilitas mudik yang tinggi, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan PGN berkomitmen untuk mengamankan sirkulasi penyaluran BBM dan gas.


Untuk itu, Komite BPH Migas, Wahyudi Anas bersama PGN Sales and Operation Region III (SOR III) melakukan pemantauan keamanan layanan gas bumi di sejumlah daerah yang menjadi kantong pemudik di wilayah Jawa Timur, Selasa (18/4/2023).

Pemantauan dimulai di wilayah Lamongan dengan mengunjungi Metering and Regulating Station (MR/S) Lamongan yang berlokasi di Perpustakaan Lamongan. Kemudian dilanjutkan ke  Regulating Station (R/S) yang berlokasi di Dispora Tumenggungan, UMKM pembuat Wingko Arjuna, serta  pelanggan Rumah Tangga APBN di Jalan Arjuna No.42, No.37, No.48.

Setelah dari Lamongan, rombongan melanjutkan pemantauan di MCS PGN SOR III untuk melihat sistem pemantauan penyaluran gas bumi di seluruh area Jawa Timur dan Jawa Tengah. Terakhir, kunjungan dilakukan di SPBG Ngagel untuk melihat kesiapan penyaluran gas bumi di sektor transportasi.

Wahyudi Anas mengatakan, tujuan dari kunjungan ini adalah dalam rangka posko Kementerian ESDM terkait dengan penyediaan energi untuk masyarakat, baik jaringan gas (jargas) bumi maupun SPBG.

"BPH Migas bertugas memastikan terhadap penyaluran BBM baik subsidi maupun non subsidi kepada masyarakat dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1444 H melalui posko Satgas RAFI yang dimulai pada 10 April hingga 2 Mei 2023," terang Wahyudi Anas usai melakukan pemantauan di SPBG Ngagel, Surabaya.

Dari pantauan yang dilakukan, maka terlihat adanya perbedaan siklus konsumsi antara gas bumi dan BBM.

Baca Juga: 2026, PGN Perkuat Kompetensi SDM dan Soliditas Ekosistem Kerja 

"Kalau BBM, saat ini puncak-puncaknya, karena masyarakat banyak melakukan aktivitas mudik dan berlibur ke destinasi wisata sehingga kebutuhan BBM harus dipersiapkan dan harus ditambah. Kalau gas bumi, karena rata-rata industri libur, maka justru over suplai," ungkapnya.

Menurut Wahyudi, penurunan konsumsi gas bumi di Jatim dan Jateng sudah mulai terlihat. Jika di hari normal rata-rata konsumsi industri mencapai 210-220 mmscfd, maka konsumsi saat ini sudah turun 30 persen mmscfd menjadi menjadi 170 mmscfd.

"Bahkan di saat puncak lebaran,  bisa turun menjadi 50-60 mmscfd. Itu terjadi mulai H-5 hingga H-5 lebaran. Sektor komersial kategori UMKM turun tipis. Sedangkan restoran dan rumah tangga stabil," tandas Wahyudi.

Untuk jumlah pelanggan kecil gas bumi di Jatim mencapai 162.908 SR dan pelanggan komersial (PK) mencapai 369 pelanggan. Sedangkan penyaluran BBG di Jatim mencapai 2.773 liter setara premium (lsp) per hari.

Baca Juga: Penyaluran Gas Bumi PGN Selama Nataru 2025–2026 Berjalan Sesuai Kebutuhan

"Kalau Lamongan, pelanggan RT ada sekitar 9150 SR. Sedangkan penyalurannya mencapai 170.000 meter kubik per bulan.


Area Head Bojonegoro PT PGN Tbk., Mochamad Arif mengatakan, PGN memiliki komitmen kuat untuk terus melayani masyarakat Lamongan dan sekitarnya dengan baik, khususnya di saat momen Lebaran Idul Firti 1444 H.

"Bersama BPH Migas melalui Satgas RAFI, kami melakukan pemantauan di seluruh pelanggan, baik rumah tangga, UMKM atau lainnya agar kebutuhan gas ke pelanggan tidak terganggu waktu Idul Fitri," terang Mochamad Arif.

Menurutnya, memberikan layanan prima kepada seluruh pelanggan memang menjadi kewajiban bagi PGN. Tidak hanya terbatas di saat menjelang Hari Raya Idul Fitri, tetapi di sepanjang waktu pelayanan.

Baca Juga: Respon Bencana Banjir Sumatera, PGN Distribusikan Bantuan Logistik

"Ini adalah komitmen kami bersama untuk menjaga agar masyarakat pengguna gas bumi merasa nyaman dan aman," katanya.

Saat ditemui di tempat produksinya, Romlah, pemilik Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) wingko dengan brand Arjuno mengakui menggunakan gas PGN sangat membantu menekan biaya operasional untuk produksi wingko per bulan nya.

"Kalau menggunakan bahan bakar elpiji sebulan pengeluaran mendekati Rp 9 juta, dengan menggunakan jargas PGN tidak sampai Rp 5 juta. Hemat sekitar 35 persen, sangat membantu menekan biaya operasional," kata Romlah disela kunjungan tim PGN.

Romlah mengakui awal tawaran mengganti elpiji dengan jargas ada ketakutan. Namun setelah digunakan ternyata justru lebih mudah dan aman. "Para pelaku UMKM jangan takut menggunakan jargas, lebih hemat dan stabil," ujarnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Apa Sih Makna Filosofis Imlek di Tahun Kuda Api 2026, Ini Penjelasan Dosen UK Petra

Dosen Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra, Dr Olivia menyebut Imlek sebagai titik balik untuk memperbaiki diri dan mempererat relasi.

Buruan Daftar! SIER Gelar Program Mudik 2026, Begini Caranya

Pada mudik tahun ini, SIER menyiapkan sejumlah rute strategis yang menjangkau berbagai wilayah di Jawa Timur

Potret Warga Binaan Lapas Mojokerto Bersih-bersih Masjid Sambut Ramadan

Sebanyak 15 pegawai Lapas Kelas IIB Mojokerto diterjunkan, dibantu oleh empat warga binaan yang telah melalui proses pembinaan serta pengawasan yang ketat.

Universitas Muhammad Seruji Jember Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Unggul

Sebanyak 196 mahasiswa dari enam fakultas resmi dikukuhkan sebagai sarjana dalam prosesi yang berlangsung khidmat, tertib, dan penuh rasa syukur.

Harga Ayam di Surabaya Naik saat Imlek dan Jelang Ramadan, DPRD Minta RPU Dimaksimalkan

Kondisi tersebut berisiko menekan stok di pasaran dan memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Gila, Paman-Bibi di Surabaya Aniaya Balita 4 Tahun Hingga Terluka dan Kelaparan

Akibat ulah sang paman dan bibinya itu, korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya bahkan sampai rambutnya botak.