Sabtu, 13 Jun 2026 14:41 WIB

Protes Hasil Investigasi Polisi, Pemilik Seluncuran Ambrol Kenpark: Irasional

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Agu 2022 12:59 WIB
Seluncuran Kenjeran Park yang ambrol
Seluncuran Kenjeran Park yang ambrol

selalu.id - Hasil Laboratorium Forensik (Labfor) dan pembuktian dari kepolisian bahwa alat seluncuran Waterpark Kenjeran Surabaya yang ambrol tersebut telah lapuk. Pemilik ditetapkan sebagai tersangka.

Menanggapi keputusan ini, Pemilik Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya, Soetiadji menganggap hasil investigasi polisi tersebut tersebut tidak masuk akal atau irasional.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Polisi mengarah ke alat itu ada keropos dan lain-lain, saya heran dasarnya apa. Kalau keropos ya semua, karena pembuatannya sama," kata Soetiadji, Selasa (30/8/2022).

Soetiadji menjelaskan, seharusnya polisi meneliti produsen yang membuat alat tersebut, untuk dibuktikan apakah benar alat tersebut keropos.

"Kalau diteliti tanya lah sama produsen, kalau betul ada keropos, kan itu bukan salah saya," ungkapnya.

Terkait penggunaa alat, Soetiadji menampik pernyataan Polisi alat seluncuran tersebut dioperasikan mulai tahun 1994.

Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab Aliran Air di Tambaksari Surabaya Tidak Lancar

Padahal, alat tersebut didatangkan tahun 1997 dan baru dipasang dan dioperasikan tahun 2000. Bahkan, memiliki kualitas yang 'bukan kaleng-kaleng'.

"Perusahaan yang produksi itu kan dari Kanada dan semuanya barang baru. Saya ini kan konsumen, itu dapat rekomendasi dari manajemen sebuah water park sebelum krisis moneter 1998 dan komentar dari pasar,"jelasnya.

Lebih lanjut Soetiadji menjelaskan, pihaknya merupakan konsumen ketiga di Jawa yang membeli seluncuran impor dan paling baru dan produknya fiber.

Baca Juga: Masa Depanku Direnggut: Kisah Sedih Gadis Surabaya Dilecehkan sang Pelatih

"Jadi, kalau fiber paham kekuatannya kan sudah dihitung oleh perusahaan kelas dunia seperti mereka, karena banyak water park di dunia pakai produknya WhiteWater Canada," ungkapnya.

Soetadji pun menambahkan, insiden tersebut adalah musibah. Pihaknya juga telah menanggung seluruh ganti rugi, pengobatan, hingga perawatan para korban hingga saat ini.

"Saya sebagai pemilik perusahaan kan komit, ini adalah kecelakaan dari musibah, prioritas utama kami datangi korban satu persatu, sudah selesai semua, tidak ada 1 pun yang menuntut, korban tidak ada yang menyalahkan kami, karena mereka memahami ini musibah dan memaklumi,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

Kapolres Probolinggo juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di SPKT agar mengedepankan sikap ramah, responsif, dan berorientasi pada solusi.

Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut," ungkap Sigit.

Lagi Asyik Latihan Musik, Motor Pemuda di Mojokerto Dicuri Maling

Sebelum beraksi, pelaku datang dua kali, pertama memantau keadaan dan dua kali motor langsung dibawa kabur.

Antar Penumpang ke Bandara Juanda, Driver Ojol Tewas Tertabrak Mobil

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berkendara di kawasan bandara yang memiliki lalu lintas kendaraan cukup padat.

DPRD Jatim Jajaki Kerja Sama dengan DPRD St. Petersburg Rusia

Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang kemajuan ekonomi dan hubungan kelembagaan yang saling menguntungkan ke depannya.