Selasa, 11 Agu 2026 23:09 WIB

Protes Hasil Investigasi Polisi, Pemilik Seluncuran Ambrol Kenpark: Irasional

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Agu 2022 12:59 WIB
Seluncuran Kenjeran Park yang ambrol
Seluncuran Kenjeran Park yang ambrol

selalu.id - Hasil Laboratorium Forensik (Labfor) dan pembuktian dari kepolisian bahwa alat seluncuran Waterpark Kenjeran Surabaya yang ambrol tersebut telah lapuk. Pemilik ditetapkan sebagai tersangka.

Menanggapi keputusan ini, Pemilik Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya, Soetiadji menganggap hasil investigasi polisi tersebut tersebut tidak masuk akal atau irasional.

Baca Juga: Penanganan Banjir di Surabaya Masih Setengah Hati, DPRD Bongkar Penyebabnya

"Polisi mengarah ke alat itu ada keropos dan lain-lain, saya heran dasarnya apa. Kalau keropos ya semua, karena pembuatannya sama," kata Soetiadji, Selasa (30/8/2022).

Soetiadji menjelaskan, seharusnya polisi meneliti produsen yang membuat alat tersebut, untuk dibuktikan apakah benar alat tersebut keropos.

"Kalau diteliti tanya lah sama produsen, kalau betul ada keropos, kan itu bukan salah saya," ungkapnya.

Terkait penggunaa alat, Soetiadji menampik pernyataan Polisi alat seluncuran tersebut dioperasikan mulai tahun 1994.

Baca Juga: Ini Ciri-ciri Pria Misterius yang Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan Suramadu

Padahal, alat tersebut didatangkan tahun 1997 dan baru dipasang dan dioperasikan tahun 2000. Bahkan, memiliki kualitas yang 'bukan kaleng-kaleng'.

"Perusahaan yang produksi itu kan dari Kanada dan semuanya barang baru. Saya ini kan konsumen, itu dapat rekomendasi dari manajemen sebuah water park sebelum krisis moneter 1998 dan komentar dari pasar,"jelasnya.

Lebih lanjut Soetiadji menjelaskan, pihaknya merupakan konsumen ketiga di Jawa yang membeli seluncuran impor dan paling baru dan produknya fiber.

Baca Juga: Bukan Sekedar Kompetisi, Midtown Indonesia Satukan Perhotelan Surabaya Lewat Bulu Tangkis

"Jadi, kalau fiber paham kekuatannya kan sudah dihitung oleh perusahaan kelas dunia seperti mereka, karena banyak water park di dunia pakai produknya WhiteWater Canada," ungkapnya.

Soetadji pun menambahkan, insiden tersebut adalah musibah. Pihaknya juga telah menanggung seluruh ganti rugi, pengobatan, hingga perawatan para korban hingga saat ini.

"Saya sebagai pemilik perusahaan kan komit, ini adalah kecelakaan dari musibah, prioritas utama kami datangi korban satu persatu, sudah selesai semua, tidak ada 1 pun yang menuntut, korban tidak ada yang menyalahkan kami, karena mereka memahami ini musibah dan memaklumi,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polisi Buru Pelaku Pembakar dan Perusak Mobil Patroli dalam Bentrokan di Pasuruan

Saat ini, Satreskrim Polres Pasuruan terus bergerak mengumpulkan alat bukti guna mengidentifikasi seluruh oknum yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

Bentrok Oknum Suporter dengan Warga di Pasuruan, 3 Mobil Polisi Dirusak dan Dibakar

Saat ini, Satreskrim Polres Pasuruan masih melakukan penyelidikan secara intensif dengan mengumpulkan alat bukti dan mengidentifikasi pihak yang terlibat.

Konsisten Bangun Citra Positif, SIER Raih Penghargaan Indonesia PR Award 2026

Ahmad Fahrudin mengatakan, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya SIER dalam membangun komunikasi dan reputasi perusahaan secara konsisten.

Jember Pecahkan Dua Rekor MURI dalam Peringatan HAN 2026

Capaian tersebut sekaligus mempertegas komitmen Jember dalam membangun ruang kegiatan yang inklusif, dengan memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak.

Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

Data Kementerian Pertanian mencatat, 229,9 hektar lahan pertanian di Jawa Timur terdampak kekeringan. Dari angka itu, ada 19,2 hektar yang berada di Gresik.

Mayat Pria Misterius Ditemukan Mengapung di Bawah Jembatan Suramadu

Saat ini,jenazah pria misterius itu tengah dilakukan visum maupun otopsi di RSUD dr Soetomo Surabaya, untuk mengungkap identitasnya maupun penyebab kematiannya.