Senin, 02 Feb 2026 00:54 WIB

Mensos Risma Buka Peluang Pemuda Papua Kuasai Teknologi Motor Listrik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 15 Jul 2022 18:08 WIB
16 pemuda Papua mencoba motor trail listrik di Surabaya
16 pemuda Papua mencoba motor trail listrik di Surabaya

selalu.id - Kementerian Sosial terus mendorong penguatan kapasitas putra-putri Papua. Sebanyak 16 pemuda Papua mengikuti pelatihan pengenalan dasar motor listrik.

Workshop pengenalan motor listrik jenis e-trail ini merupakan rangkaian tindak lanjut dari arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk meningkatkan kualitas SDM Papua. Untuk keperluan itu, Kemensos menggandeng berbagai unsur baik dari komunitas kreatif maupun perguruan tinggi.

Baca Juga: Warga Pacarkeling Surabaya Mengadu Tak Kebagian Bansos, Begini Faktanya

Kali ini, pelatihan dipusatkan di Departemen Teknik Robotic Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS).

"Selama ini ITS telah menjadi salah satu mitra penting Kemensos dalam membantu SDM Papua. Kami percaya di bawah bimbingan para ahli di ITS, mereka akan cepat berkembang," kata Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil dan Kewirausahaan Sosial, Juena Br. Sitepu.

Dalam kesempatan berbeda, Tenaga Ahli ITS Bambang Sudarmanta menyatakan, peserta diberikan pengenalan awal tentang motor listrik jenis e-trail buatan tim ITS. Mereka dijelaskan tentang bahan baku, proses pembuatan dan lama waktu pembuatan.

"Setelah itu peserta diajak melihat lokasi praktek pembuatan motor listrik e-trail. Setelah mereka berdiskusi dengan tim ITS terkait materi selama kegiatan workshop," kata Bambang di Surabaya (14/7/2022).

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

Dalam kegiatan bertajuk 'Workshop Perakitan Motor Listrik E-trail Program Kewirausahaan Sosial' ini, melibatkan 6 orang peserta dari Puncak Jaya, 5 orang dari Yahukimo dan 5 orang dari Universitas Cendrawasih (Uncen). Mereka menimba ilmu sejak 12 Juli hingga 21 Juli.

Bambang Sudarmanta menambahkan, melalui pelatihan ini diharapkan seluruh peserta memahami dan memiliki keterampilan untuk membuat, menggunakan dan memelihara motor listrik.

"Sehingga apabila nanti motor ini diserahkan untuk masyarakat Puncak Jaya dan Yahukimo mereka sudah memahami bagaimana cara menggunakan dan me- maintenance  penggunaan motor listrik ini," katanya.

Baca Juga: Polri Percepat Pemulihan Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar Pascabencana  

Untuk peserta dari Uncen di antaranya dari unsur dosen. Keikutsertaan dari dosen Uncen diharapkan membuka kesempatan transfer ilmu dari ITS ke Uncen sehingga ke depan motor listrik e-trail ini bisa diproduksi di Uncen.

Bambang menyatakan, seluruh peserta terlihat antusias selama mengikuti workshop.

"Mereka menunjukkan rasa ingin tahu yang besar. Banyak bertanya dan bersemangat selama kegiatan," katanya.

Sebelumnya, SDM Papua sudah menerima berbagai pelatihan dari Kementerian Sosial. Di antaranya pelatihan pengolahan kulit buaya yang dilaksanakan di Bandung beberapa waktu lalu, pelatihan pembangunan kapal fiber bersama tim dari ITS dan pelatihan penyamakan kulit buaya yang di laksanakan di Jayapura Papua. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.