Rabu, 22 Jul 2026 18:50 WIB

Tak Hanya di Darat, Polisi Jawa Timur Juga Amankan Arus Mudik di Perairan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 28 Apr 2022 18:25 WIB
Petugas polisi sedang berpatroli di kawasan pesisir Surabaya Utara
Petugas polisi sedang berpatroli di kawasan pesisir Surabaya Utara

selalu.id - Petugas kepolisian dipersiapkan untuk mengamankan arus mudik serta libur lebaran 2022 baik di darat maupun perairan.

Sejumlah petuga kepolisian nampak bepatroli menggunakan speed boad di kawasan pesisir Surabaya Utara. Tak hanya mengamankan arus lintas, petugas juga melakukan serangkaian kegiatan mudik yakni memberikan sosialisasi dan imbauan serta vaksinasi booster hingga prokes Covid-19.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

"Selain patroli, kami juga berikan imbauan serta melakukan pendekatan kepada para pemudik, mulai dari penumpang kapal, pemotor, sampai pengguna jasa taksi laut," kata, Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Jatim, AKBP Yanuar Herlambang, Kamis (28/4/2022).

Herlambang menjelaskan, pihaknya tak akan menindak pemudik yang tak mengenakan masker, namun menyediakan masker gratis.

"Bila merasa lelah dan ngantuk, jangan dipaksakan, silakan istirahat, manfaatkan posko-posko yang ada, jangan sungkan, tidak perlu tergesa-gesa," ujarnya.

Kanit PJR Ditlantas Polda Jatim 8 Suramadu, AKP Farida Aryani menjelaskan, di wilayah hukumnya di daratan juga tengah menggencarkan regulasi dan sosialisasi.

Sembari, membagikan takjil kepada para pengendara di sekitaran Jembatan Suramadu beberapa hari mendekati lebaran Idul Fitri.

"Sambil membagikan takjil, kami juga mengedukasi masyarakat terkait vaksin sampai kelengkapan berkendara," ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Farida menjelaskan, dengan melakukan pendekatan sembari memberikan bantuan takjil, dinilai akan lebih mudah dan efektif untuk menyampaikan pesan.

Sebab, bertemu langsung dengan para pengendara di jalan sembari menyampaikan pesan itu secara langsung.

"Agar lebih efektif dan efisien, mengingat tupoksi kita bersinggungan langsung dengan para pengendara motor dan mobil," ujarnya.

Ia berharap, apa yang disampaikannya bisa direalisasikan masyarakat. Mengingat, pandemi Covid-19 belum usai.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Tetap jaga prokes, selalu berhati-hati bagi yang mudik, ada keluarga yang menanti di rumah Anda," tuturnya.

Salah satu penumpang taksi laut, Lutfiati Noor (43) mengaku sempat 'deg-degan' ketika didatangi sejumlah petugas kepolisian di laut. Menurutnya, polisi tengah menyasar dirinya ketika tak mengenakan masker.

"Saya kira ada yang mau ditangkap, ternyata bagi masker gratis, mak'dek atiku," kata warga Sumenep, Madura itu. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.