Selasa, 06 Okt 2026 20:49 WIB

Stok BBM Jelang Akhir Tahun 2026 Bikin Cemas

Antrean kendaraan saat pengisian BBM di SPBU Jember. (Dok. Selalu.id).
Antrean kendaraan saat pengisian BBM di SPBU Jember. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Menjelang akhir tahun 2026, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia bikin cemas. Akankah nantinya akan aman?

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa Indonesia sempat kehilangan pasokan impor BBM hingga 25 persen akibat dinamika dan konflik yang melanda kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Kondisi tersebut diperberat dengan berkurangnya minat peserta lelang pengadaan BBM yang biasa digelar oleh PT Pertamina (Persero).

Menanggapi tantangan ini, pemerintah mengambil langkah proaktif dengan melakukan pencarian pasokan (hunting) secara langsung ke negara-negara yang memiliki kelebihan cadangan BBM.

"Jika sebelumnya Pertamina itu melakukan lelang, maka sekarang lelang itu relatif pesertanya tidak ada. Jadi, kita harus cari negara-negara yang punya kelebihan stok, kita beli dengan harga akan bisa berpotensi lebih tinggi daripada harga kalau kita lakukan dengan pengadaan biasa," kata Laode dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).

Meski menghadapi tantangan pengadaan serta potensi lonjakan harga di pasar internasional, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi, khususnya jenis Solar dan Bensin.

Baca Juga: Bupati Fawait Pastikan Pasokan BBM di Jember Aman dan Bakal Ditambah

Langkah ini diambil guna menjaga tingkat inflasi nasional serta melindungi daya beli masyarakat, terutama sektor rentan seperti petani dan nelayan.

Terkait fenomena antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) daerah beberapa waktu terakhir, Laode menepis anggapan adanya kelangkaan pasokan.

Ia menegaskan hambatan tersebut murni disebabkan kendala jalur distribusi akibat cuaca ekstrem El Nino.

Baca Juga: Update Harga BBM Pertamina per 17 Agustus 2026: Dari Pertamax, Pertalite hingga Solar

Kemarau akibat El Nino mengakibatkan sejumlah alur sungai mengering, sehingga alur logistik yang semula menggunakan moda transportasi kapal terpaksa dialihkan menggunakan armada truk tangki darat dengan kapasitas angkut yang lebih terbatas.

"Kondisi El Nino ini menyebabkan proses pengiriman dan distribusi yang contohnya misalnya lewat sungai, sungainya kering, lalu dikirim pakai truk, dan truknya ini kapasitasnya tidak sebesar kalau kita mengirimkan dengan menggunakan kapal-kapal di sungai," jelas Laode.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Potret Kemesraan Emil Audero, Pahlawan Timnas Indonesia saat Bersama Kekasihnya

Penjaga gawang yang bermain di Eropa ini, menjadi perbincangan karena permainannya yang berkelas.

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Pemkab Nganjuk Pede Persenga Bangkit Tembus Liga 3

Kemenangan dramatis Skuad Garuda ini menjadi suntikan semangat baru bagi kebangkitan sepak bola lokal, khususnya Persenga Nganjuk.

Kondisi Terkini Kawasan Pakuwon City Surabaya Pascaledakan Dahsyat

Para pengendara yang melintas diimbau untuk menurunkan kecepatan mengingat proses pengamanan dan pembersihan masih terus berlangsung.

Oknum Pengurus Ponpes Sidogiri Cabuli 4 Santri Tiga Kali Seminggu dalam Empat Tahun

Saat ini, penyidik tengah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan korban untuk mengungkap kasus pencabulan tersebut.

Penyebab Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya Masih Misterius

Peristiwa ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya ini mengakibatkan lima orang terluka, puluhan ruko dan sejumlah kendaraan rusak.

Nasib Nahas Sofyan, Jadi Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya di Hari Pertama Kerja

Sofyan kini harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji Surabaya setelah mengalami luka bakar serius di bagian wajah serta kedua tangannya.