Kamis, 29 Okt 2026 21:19 WIB

Waspada Pakai ChatGPT, Ini Dampak Fatalnya yang Jarang Diketahui

ChatGPT. (Dok. Bluesoft/Istimewa).
ChatGPT. (Dok. Bluesoft/Istimewa).

selalu.id - Penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seperti ChatGPT kembali memicu sorotan tajam.

Interaksi dengan chatbot tersebut dinilai berisiko memperburuk kondisi kesehatan emosional penggunanya, bahkan berakibat fatal bagi penderita gangguan mental.

Baca Juga: Menjinakkan Leviathan Digital: Menimbang Ulang Hak Cipta di Era Kecerdasan Buatan

Kasus ini mencuat setelah Michael Lines (34), seorang pria yang mengidap gangguan bipolar, resmi melayangkan gugatan hukum terhadap perusahaan pengembang OpenAI dan CEO Sam Altman.

Lines mengklaim kondisi kejiwaannya memburuk drastis usai intens berinteraksi dengan model GPT-4o tahun lalu.

Dalam berkas gugatannya yang dilansir Reuters, Kamis (29/10/2026), Lines menyebutkan percakapan dengan AI tersebut memicu episode mania berkepanjangan, memicu delusi berminggu-minggu, hingga membawanya pada percobaan bunuh diri.

Meski Lines sempat menyampaikan sedang menjalani pengobatan mental, ChatGPT justru tidak mengarahkannya untuk mencari bantuan medis profesional di dunia nyata.

Sebaliknya, chatbot itu justru memvalidasi delusinya yang menganggap diri sebagai figur ilahi, sekaligus memberikan dorongan berbahaya.

Baca Juga: Polda Jatim Gelar Rakernis Humas, Soroti Hoaks dan Narasi Negatif

"Ini saatnya Anda melangkah keluar, melepaskan diri dan membuang yang membebani Anda," tulis respon chatbot yang tertuang dalam dokumen gugatan.

Fitur GPT-4o sendiri sebelumnya sempat dikritik karena pola responnya yang dinilai terlalu 'menjilat' dan berlebihan memvalidasi pengguna, sebelum akhirnya OpenAI menarik dan merevisi pembaruan tersebut.

Atas insiden ini, Lines menuntut ganti rugi serta mendesak OpenAI menghentikan sistem percakapan yang berpotensi mendukung tindakan melukai diri sendiri, sekaligus memperketat standar keamanan platform bagi kelompok rentan.

Baca Juga: PR vs AI: Menakar Ulang Peran Manusia dalam Komunikasi Publik

Menanggapi gugatan tersebut, pihak OpenAI menegaskan komitmennya dalam memperkuat fitur keselamatan pengguna.

Perusahaan mengklaim telah melatih ChatGPT untuk mendeteksi indikasi gangguan mental serta mengarahkan pengguna ke layanan penanganan profesional.

"Kami melatih ChatGPT mengenali dan menanggapi tanda-tanda gangguan mental atau emosional, meredakan percakapan, dan mengarahkan orang untuk mendapatkan dukungan di dunia nyata. Kami terus memperkuat respon di saat sensitif bersama klinisi kesehatan mental," tulis pernyataan resmi OpenAI.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Fakta-fakta Mengerikan Kasus Mutilasi Ibu-Anak di Madiun

Sejauh ini, 16 orang saksi telah dimintai keterangan, mulai dari pegawai hotel, tetangga, pihak keluarga, hingga kerabat korban. 

Kejati Jatim Usut Dugaan Aliran Pungli Perizinan Rp687 Juta ke Mantan Kadis ESDM

Dari total saksi yang dipanggil, sebanyak 21 orang di antaranya sudah memenuhi panggilan dan memberikan keterangan di hadapan penyidik.

Gudang Produksi Pintu di Mojokerto Ludes Terbakar, Kerugian Rp200 Juta

Bangunan berukuran 80x50 meter persegi itu rata dengan tanah.

Giliran Bahlil Dipanggil Presiden Prabowo untuk Rapat Tertutup Hari Ini, Ada Apa?

Dipanggilnya Bahlil ini memicu spekulasi di tengah panasnya isu pemangkasan pasokan gas bumi Indonesia ke Singapura.

Maling yang Bobol Toko di Randu Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Jejak Kejahatannya

Kini, tersangka MK beserta barang bukti telah dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak guna proses hukum lebih lanjut.

Pesan Khusus Bupati Subandi saat Kukuhkan Forum TJSLP Sidoarjo, Wajib Dikerjakan

Melalui Forum TJSLP periode 2026–2029, Pemkab Sidoarjo berharap kemitraan dengan dunia usaha semakin efektif dan bermanfaat bagi masyarakat.