Giliran Bahlil Dipanggil Presiden Prabowo untuk Rapat Tertutup Hari Ini, Ada Apa?
- Penulis : Zein Muhammad
- | Kamis, 29 Okt 2026 18:47 WIB
selalu.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mendadak merapat ke Istana Negara, Jakarta, Kamis (29/10/2026) sore.
Kedatangan Bahlil ini memicu spekulasi di tengah panasnya isu pemangkasan pasokan gas bumi Indonesia ke Singapura.
Baca Juga: Sore Ini Presiden Prabowo akan Temui Menlu Singapura
Meski begitu, Bahlil masih enggan membeberkan poin utama pembahasannya bersama Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan tertutup tersebut.
"Nanti kalau sudah selesai rapat saya kembali ya," kata Bahlil kepada wartawan sebelum melenggang masuk ke gedung Istana.
Saat dicecar mengenai keterkaitan agendanya dengan isu pemangkasan ekspor gas ke Negeri Singa, yang sempat disinggung dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan pada Selasa (28/10/2026) lalu, Bahlil langsung menepisnya secara santai.
"Nggak lah, udah begini dia," kelakar Bahlil sembari melempar senyum dan menunjukkan gestur tangan menunjuk ke bawah.
Baca Juga: Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya
Untuk diketahui, sejak Sabtu (24/10/2026), Indonesia resmi memangkas kuota ekspor gas ke Singapura hingga 31 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Rinciannya mencakup aliran gas dari blok Natuna sebesar 15 MMSCFD dan blok Sumatra sebesar 16 MMSCFD.
Langkah tegas ini diambil akibat penurunan volume produksi imbas pemeliharaan sumur (maintenance), sekaligus prioritas mengamankan pasokan energi domestik yang tengah melonjak.
Baca Juga: Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?
Di sisi lain, Menlu Singapura Vivian Balakrishnan mewanti-wanti pentingnya menjaga kesepakatan kontrak antar kedua negara.
Ia menegaskan, kepastian hukum atas pasokan energi menjadi cermin kredibilitas ekonomi di kawasan.
"Semua pihak memahami alasan tanda tangan dan kewajiban kontraktual harus dihormati. Persoalan ini menyangkut kredibilitas dan daya saing perekonomian kedua negara," tegas Vivian dalam keterangannya via laman resmi MOFA.
Editor : Zein Muhammad