Selasa, 27 Okt 2026 13:47 WIB

Suami Pembunuh Istri Siri dan Anak di Madiun Terancam Hukuman Mati

Pelaku pembunuhan sadis di Madiun dikeler ke Polda Jatim. (Istimewa)
Pelaku pembunuhan sadis di Madiun dikeler ke Polda Jatim. (Istimewa)

selalu.id — Dwi Bagus Martono pelaku pembunuhan berencana disertai mutilasi terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya AGF (4) di Madiun terancam hukuman mati.

Pria 40 tahun itu dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Pasal ini mengancam pelaku dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Baca Juga: Polisi Ungkap Suami yang Bunuh Istri Siri dan Anaknya di Madiun Miliki IQ di Atas Rata-rata

Pembunuhan bermula saat pelaku menerima telepon dari istri sahnya yang meminta dijemput di stasiun. Hal itu memicu pertengkaran hebat dengan korban yang diduga cemburu.

Tanpa titik temu, pelaku mencekik Dini Hardiyanti hingga tewas di kamar sebuah hotel Madiun Kota. Anak korban yang berusia 4 tahun juga dibunuh dengan cara sama di dalam kendaraan (mobil).

"Untuk menghilangkan jejak, pelaku membakar jenazah, memotong-motong tubuh, lalu memasukkannya ke dalam mesin penggiling daging," kata Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Roy Sihombing, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga: Motif Dibalik Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: Jenazah Dimutilasi, Dibakar dan Digiling

Alat penggiling daging korban yang digunakan pelaku. (Istimewa)Alat penggiling daging korban yang digunakan pelaku. (Istimewa)

Ia menambahkan, tersangka telah dilakukan pemeriksaan psikologis dan hasilnya telah keluar. "Tersangka ini bersifat superior," ungkapnya.

Baca Juga: Top 5 Berita: Aksi Sadis Suami Siri hingga Dua Truk Kecelakaan di Mojokerto

Menurut Roy Sihombing, sifat superior dapat berupa kecerdasan di atas rata-rata maupun kompleks superioritas, yaitu mekanisme pertahanan diri di mana seseorang merasa lebih baik, lebih pintar, dan lebih berharga dibandingkan orang lain.

Sering kali sikap ini justru menutupi rasa rendah diri yang mendalam, ditandai dengan sikap angkuh, arogan, kurang empati, dan selalu merasa paling benar, ciri yang juga berkaitan dengan gangguan kepribadian narsistik.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Dibekuk Persebaya 3-1, Pelatih Madura United Soroti Keputusan Wasit

Meski menyayangkan keputusan wasit, Ze Gomes tetap mengakui keunggulan Bajul Ijo di 45 menit awal.

Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, 25 Tahun Penantian Inggris Tuntas

Kane mengalahkan nama-nama besar seperti Kylian Mbappe dan Lamine Yamal.

Ternyata, Begini Kronologi Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta di BRI Nganjuk

Menanggapi kabar yang beredar soal isu kredit fiktif, Ahmad meluruskan bahwa tidak pernah ada transaksi atau pencairan kredit baru setelah debitur PA meninggal.

Kejari Kota Mojokerto Bongkar Kasus Korupsi Pembiayaan BNI Syariah Rp8,2 Miliar

Kasi Intel Kejari Kota Mojokerto, Yusaq Djunarto menjelaskan perkara ini bermula pada tahun 2015 dan 2016 di BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Mojokerto.

Pengedar Sabu di Bogen Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Namanya

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Dodi Pratama menegaskan akan terus melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan di atasnya.

Dramatis! Tim Bagor Segel Gelar Juara Piala Dandim Cup Bola Voli 2026 di Nganjuk

Dandim Nganjuk, Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti berharap ajang ini bisa memicu lahirnya bibit-bibit atlet berbakat yang mampu bersaing di level lebih tinggi.