Senin, 26 Okt 2026 20:59 WIB

DPRD Surabaya Minta Pemkot Perhatikan Karakteristik Rute dan Nasib Driver Feeder Wira Wiri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 26 Okt 2026 19:58 WIB
Feeder Wira Wiri Suroboyo. (Dok. Selalu.id).
Feeder Wira Wiri Suroboyo. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Penambahan armada Feeder Wira Wiri Suroboyo di rute Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)-Lakarsantri dinilai perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas pada rute lain yang memiliki tingkat keterisian penumpang tinggi.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan mendorong agar layanan Feeder Wira Wiri rute Kenpark-Purabaya juga mendapat peningkatan kapasitas armada. 

Baca Juga: Mulai Hari Ini, Feeder Wira Wiri Rute Lakarsantri Surabaya Pakai Mikrobus Berkapasitas Lebih Besar

Rute tersebut dinilai memiliki tingkat keterisian penumpang cukup tinggi dengan jarak perjalanan yang relatif jauh.

Menurut Eri, peningkatan kapasitas armada diperlukan agar penumpang mendapatkan layanan yang lebih nyaman, terutama pada rute dengan permintaan tinggi.

“Dan sekarang kita harapkan bisa upgrade ke minibus, karena situ load factornya cukup tinggi. Dan untuk kenyamanan penumpang juga karena jaraknya lumayan jauh,” katanya kepada selalu.id, Senin (26/10/2026).

Eri mengatakan, peningkatan armada Wira Wiri tidak cukup hanya dilakukan berdasarkan jumlah kendaraan. Pemerintah perlu melihat karakteristik dan tingkat kebutuhan masing-masing rute.

Ia menyebut rute Kenpark-Purabaya sebelumnya sempat mengalami perubahan pola perjalanan. Armada pada rute tersebut sempat tidak melalui jalan tol selama sekitar satu hingga dua bulan karena kebutuhan dari Kementerian Perhubungan.

“Kenpark Purabaya kan sebelumnya lewat tol, kemudian awal tahun sempat satu bulan, dua bulan itu nggak lewat tol karena dibutuhkan oleh Dinas Perhubungan Kementerian Perhubungan, terus kemudian masuk tol lagi setelah kita atur ulang anggarannya,” ujarnya.

Selain peningkatan kapasitas Wira Wiri, Eri menyebut DPRD Surabaya juga tengah mengonsolidasikan layanan transportasi dengan Trans Jatim. Salah satu pembahasannya berkaitan dengan konektivitas kawasan rumah susun dengan pusat kota.

Menurut dia, halte atau titik layanan sudah disiapkan di sekitar rusun untuk mendukung pergerakan warga menuju kawasan tengah kota. Namun, masih terdapat pembahasan mengenai titik integrasi layanan Trans Jatim dengan sistem transportasi Surabaya.

“Dengan TransJatim, namanya masuk ke konsolidasi lagi dengan Dinas Perhubungan Jawa Timur. Jadi titiknya sudah disiapkan di sekitar rusun untuk kemudian dibawa masuk ke tengah kota,” jelasnya.

Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Di sisi lain, Eri menyinggung evaluasi terhadap sejumlah keluhan pengguna Wira Wiri. Salah satu persoalan yang sempat ramai berkaitan dengan perilaku pengemudi.

Ia mengatakan, dalam kasus yang viral, pengemudi yang bersangkutan berasal dari pihak ketiga dan telah diberikan sanksi. DPRD bersama pihak terkait juga mendorong pengawasan lebih ketat terhadap pengemudi dan helper.

“Jadi kemarin disepakati juga kita menambah pengawasan melalui PT Survior Indonesia,” katanya.

Pengawasan tersebut, diarahkan untuk merespons perilaku pengemudi yang dinilai membahayakan, seperti kebut-kebutan maupun cara berhenti atau menaikkan penumpang yang tidak sesuai.

Namun, Eri meminta persoalan di lapangan juga dilihat secara utuh. Tidak semua pelanggaran dalam operasional Wira Wiri bisa serta-merta dibebankan kepada pengemudi.

Baca Juga: Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Surabaya, Pelaku Terekam CCTV

Ia mencontohkan kondisi di kawasan Lakarsantri yang kerap mengalami kemacetan pada jam tertentu. Kondisi jalan yang tidak memiliki pedestrian atau trotoar juga dapat membuat pengemudi mengambil posisi tertentu saat menurunkan penumpang.

“Jadi driver dan helper-nya juga berharap situasi lapangan ini dipahami. Jadi tidak, kecuali yang memang ugal-ugalan di tengah, ugal-ugalan itu memang salah,” bener Eri.

Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya mulai Senin (26/10/2026) mengoperasikan 18 mikrobus baru di rute TIJ-Lakarsantri. Sebanyak 19 unit disiapkan, dengan satu kendaraan menjadi cadangan.

Armada baru tersebut menggantikan kendaraan sebelumnya yang memiliki kapasitas lebih kecil. Penambahan kapasitas dilakukan karena tingkat kebutuhan penumpang di rute TIJ-Lakarsantri dinilai tinggi. 

Bagi DPRD Surabaya, peningkatan kapasitas tersebut dapat menjadi pola evaluasi untuk rute Wira Wiri lainnya. Rute dengan tingkat keterisian tinggi dan jarak perjalanan panjang dinilai layak menjadi prioritas berikutnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Dramatis! Tim Bagor Segel Gelar Juara Piala Dandim Cup Bola Voli 2026 di Nganjuk

Dandim Nganjuk, Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti berharap ajang ini bisa memicu lahirnya bibit-bibit atlet berbakat yang mampu bersaing di level lebih tinggi.

Sidak RSUD Notopuro Sidoarjo, Wabup Mimik Wanti-wanti Jangan Ada Akal-akalan di Bangunan

Mimik menegaskan setiap material yang digunakan harus memenuhi persyaratan teknis dan tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan standar kualitas bangunan.

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Pidana, Ada Bagian Tubuh Hiu hingga Arak Bali

Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung Program 100 Hari Kapolri serta program Kapolda Jatim, Jogo Omah.

Tekan Pengangguran dan Percepat Pembangunan, Forum CSR Sidoarjo Diminta Lebih Terarah

Penguatan Forum CSR ini turut diarahkan untuk mendukung penataan wilayah yang selaras dengan rencana tata ruang dan masterplan daerah. 

Keji! Pembunuh Ibu dan Anak asal Bogor Sempat Dampingi Keluarga Korban Lapor Polisi

Saat ini, tim penyidik Polda Jatim masih terus mencecar tersangka guna menelusuri pengakuan terkait tata cara persembunyian jasad korban.

Kunjungi MPP Jember, MenPAN-RB Puji Langkah Strategis Integrasi 279 Layanan Publik

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, pelayanan publik ke depan tidak boleh hanya terpusat di perkotaan, tetapi harus menjangkau berbagai wilayah Jember.