Senin, 05 Okt 2026 02:17 WIB

Waspada! BPOM Temukan Boraks pada Makanan di Kawasan Masjid Agung Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Apr 2022 15:16 WIB

selalu.id - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya melakukan pengujian makanan dan minuman yang dijual di sekitar Masjid Al-Akbar atau Masjid Agung. Hasilnya 30 persen makanan menggunakan zat pengawet berbahaya.

"Kami lakukan pengujian dan random sampling pada 15 makanan dan minuman di sekitar Masjid al-Akbar Surabaya. Hasilnya, 8 positif mengandung boraks," kata Ketua BPOM Surabaya, Rustyawati, Selasa (12/4/2022).

Baca Juga: Lima Tahun Merger Pelindo, Standarisasi Jadi Kunci Efisiensi

Rustyawati mengatakan, beberapa makanan yang diuji itu adalah batagor, kerupuk pulí Semanggi, kerupuk ikan, es cao, mutiara merah, harum manis, sosis bintang, kerang tumis, tahu dan siomay.

"Temuan boraks positif di kerupuk pulí semanggi, es cao, kikil, dan lontong," kata dia.

Beberapa jenis makanan itu dipilih karena bahan berbahaya normalnya ditemukan di jenis-jenis tersebut.

Untuk itu, Rustywati menyampaikan, pihaknya melakukan pengujian pada jenis-jenis makanan yang dijual untuk mengantisipasi adanya bahan berbahaya.

"Pengujian ini dilakukan untuk mencegah adanya kandungan bahan berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi Warga Surabaya," tegasnya.

Baca Juga: ASN Mulai Bertugas di Balai RW, Pemkot Surabaya Perkuat Sosialisasi

Pengujian ini rutin dilakukan tiap tahun. Ia berharap, warga Surabaya dapat mengantisipasi dan lebih berhati-hati ketika akan mengonsumsi makanan tertentu.

"Pengujian ini untuk pantauan dan antisipasi. Setelah ini kami akan sertifikasi dan rekomendasi ke Dinkes untuk sosialisasi dan edukasi," pungkas dia.

Sementara itu, Sub Koordinator Kefarmasian Makanan dan Minuman Dinkes Surabaya, Umul Jariyah mengatakan, tiap tahunnya, Dinkes mendapatkan surat rekomendasi dari BPOM Surabaya terkait temuan bahan berbahaya di makanan.

"Dinkes dapat surat dari BPOM, kami edukasi ke pedagang. Kami beritahu dan beberapa bulan lagi akan sampling ulang," kata dia.

Baca Juga: Warga Nginden Masuk Desil 9 Wadul ke Anggota DPRD Surabaya Anas Karno

Dari temuan itu, Dinkes akan melakukan pembinaan dan koordinasi untuk tidak lagi menggunakan bahan berbahaya.

Ia menambahkan, pihaknya akan menempeli stiker untuk menegaskan keikutsertaan mereka di pemeriksa labolatorium dan hygine sanitasi

"Akan kami stiker. Ini program baru sekali dari pusat, malau beberapa bulan lagi masih pakai, kami akan sosialisasi lagi," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lima Kendaraan Kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto, Begini Kondisi para Korban

Atas insiden ini, Sat PJR Polda Jatim mengimbau para pengguna jalan tol untuk lebih waspada dan mengutamakan keselamatan.

Persela Lamongan Menang Lagi, Kini Bungkam Barito Putera 0-1

Hasil manis ini menjadi modal krusial bagi Persela Lamongan untuk terus bersaing di papan atas klasemen Pegadaian Championship 2026/2027.

Sambut Hari Jadi ke-81 Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan Alsintan ke Petani Mojokerto

Gubernur Khofifah menyebut bantuan alsintan bertujuan meningkatkan efisiensi kerja petani agar produktivitas pertanian di Jatim terdongkrak.

Detik-detik Takmir Amankan Pencuri Kotak Amal di Masjid Baitusshodiqqin Nganjuk

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi pengurus masjid dan musala lain di Kabupaten Nganjuk untuk lebih waspada, apalagi di jam-jam sepi.

Cegah Inflasi, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-158 di Mojokerto

Gubernur Jatim Khofifah mengatakan, selain untuk menstabilkan harga, pasar murah ini juga digelar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Pemprov Jatim ke-81.

Armuji Minta Ranting PDIP Surabaya Ambil Hati Warga di Pemilu 2029, Jangan Main Proyek!

Armuji menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap kader yang menjadikan posisi politik sebagai sarana mencari keuntungan dari masyarakat.