Sabtu, 13 Jun 2026 14:39 WIB

Waspada! BPOM Temukan Boraks pada Makanan di Kawasan Masjid Agung Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Apr 2022 15:16 WIB

selalu.id - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya melakukan pengujian makanan dan minuman yang dijual di sekitar Masjid Al-Akbar atau Masjid Agung. Hasilnya 30 persen makanan menggunakan zat pengawet berbahaya.

"Kami lakukan pengujian dan random sampling pada 15 makanan dan minuman di sekitar Masjid al-Akbar Surabaya. Hasilnya, 8 positif mengandung boraks," kata Ketua BPOM Surabaya, Rustyawati, Selasa (12/4/2022).

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Rustyawati mengatakan, beberapa makanan yang diuji itu adalah batagor, kerupuk pulí Semanggi, kerupuk ikan, es cao, mutiara merah, harum manis, sosis bintang, kerang tumis, tahu dan siomay.

"Temuan boraks positif di kerupuk pulí semanggi, es cao, kikil, dan lontong," kata dia.

Beberapa jenis makanan itu dipilih karena bahan berbahaya normalnya ditemukan di jenis-jenis tersebut.

Untuk itu, Rustywati menyampaikan, pihaknya melakukan pengujian pada jenis-jenis makanan yang dijual untuk mengantisipasi adanya bahan berbahaya.

"Pengujian ini dilakukan untuk mencegah adanya kandungan bahan berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi Warga Surabaya," tegasnya.

Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab Aliran Air di Tambaksari Surabaya Tidak Lancar

Pengujian ini rutin dilakukan tiap tahun. Ia berharap, warga Surabaya dapat mengantisipasi dan lebih berhati-hati ketika akan mengonsumsi makanan tertentu.

"Pengujian ini untuk pantauan dan antisipasi. Setelah ini kami akan sertifikasi dan rekomendasi ke Dinkes untuk sosialisasi dan edukasi," pungkas dia.

Sementara itu, Sub Koordinator Kefarmasian Makanan dan Minuman Dinkes Surabaya, Umul Jariyah mengatakan, tiap tahunnya, Dinkes mendapatkan surat rekomendasi dari BPOM Surabaya terkait temuan bahan berbahaya di makanan.

"Dinkes dapat surat dari BPOM, kami edukasi ke pedagang. Kami beritahu dan beberapa bulan lagi akan sampling ulang," kata dia.

Baca Juga: Masa Depanku Direnggut: Kisah Sedih Gadis Surabaya Dilecehkan sang Pelatih

Dari temuan itu, Dinkes akan melakukan pembinaan dan koordinasi untuk tidak lagi menggunakan bahan berbahaya.

Ia menambahkan, pihaknya akan menempeli stiker untuk menegaskan keikutsertaan mereka di pemeriksa labolatorium dan hygine sanitasi

"Akan kami stiker. Ini program baru sekali dari pusat, malau beberapa bulan lagi masih pakai, kami akan sosialisasi lagi," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

Kapolres Probolinggo juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di SPKT agar mengedepankan sikap ramah, responsif, dan berorientasi pada solusi.

Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut," ungkap Sigit.

Lagi Asyik Latihan Musik, Motor Pemuda di Mojokerto Dicuri Maling

Sebelum beraksi, pelaku datang dua kali, pertama memantau keadaan dan dua kali motor langsung dibawa kabur.

Antar Penumpang ke Bandara Juanda, Driver Ojol Tewas Tertabrak Mobil

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berkendara di kawasan bandara yang memiliki lalu lintas kendaraan cukup padat.

DPRD Jatim Jajaki Kerja Sama dengan DPRD St. Petersburg Rusia

Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang kemajuan ekonomi dan hubungan kelembagaan yang saling menguntungkan ke depannya.