Waspada! BPOM Temukan Boraks pada Makanan di Kawasan Masjid Agung Surabaya
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 12 Apr 2022 15:16 WIB
selalu.id - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya melakukan pengujian makanan dan minuman yang dijual di sekitar Masjid Al-Akbar atau Masjid Agung. Hasilnya 30 persen makanan menggunakan zat pengawet berbahaya.
"Kami lakukan pengujian dan random sampling pada 15 makanan dan minuman di sekitar Masjid al-Akbar Surabaya. Hasilnya, 8 positif mengandung boraks," kata Ketua BPOM Surabaya, Rustyawati, Selasa (12/4/2022).
Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
Rustyawati mengatakan, beberapa makanan yang diuji itu adalah batagor, kerupuk pulí Semanggi, kerupuk ikan, es cao, mutiara merah, harum manis, sosis bintang, kerang tumis, tahu dan siomay.
"Temuan boraks positif di kerupuk pulí semanggi, es cao, kikil, dan lontong," kata dia.
Beberapa jenis makanan itu dipilih karena bahan berbahaya normalnya ditemukan di jenis-jenis tersebut.
Untuk itu, Rustywati menyampaikan, pihaknya melakukan pengujian pada jenis-jenis makanan yang dijual untuk mengantisipasi adanya bahan berbahaya.
"Pengujian ini dilakukan untuk mencegah adanya kandungan bahan berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi Warga Surabaya," tegasnya.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Pengujian ini rutin dilakukan tiap tahun. Ia berharap, warga Surabaya dapat mengantisipasi dan lebih berhati-hati ketika akan mengonsumsi makanan tertentu.
"Pengujian ini untuk pantauan dan antisipasi. Setelah ini kami akan sertifikasi dan rekomendasi ke Dinkes untuk sosialisasi dan edukasi," pungkas dia.
Sementara itu, Sub Koordinator Kefarmasian Makanan dan Minuman Dinkes Surabaya, Umul Jariyah mengatakan, tiap tahunnya, Dinkes mendapatkan surat rekomendasi dari BPOM Surabaya terkait temuan bahan berbahaya di makanan.
"Dinkes dapat surat dari BPOM, kami edukasi ke pedagang. Kami beritahu dan beberapa bulan lagi akan sampling ulang," kata dia.
Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
Dari temuan itu, Dinkes akan melakukan pembinaan dan koordinasi untuk tidak lagi menggunakan bahan berbahaya.
Ia menambahkan, pihaknya akan menempeli stiker untuk menegaskan keikutsertaan mereka di pemeriksa labolatorium dan hygine sanitasi
"Akan kami stiker. Ini program baru sekali dari pusat, malau beberapa bulan lagi masih pakai, kami akan sosialisasi lagi," terangnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi