Minggu, 16 Agu 2026 21:07 WIB

Hadapi Tantangan Zaman, Pemuda Pakis Gang 2 Surabaya Siap Jadi Tuan dan Nyonya di Rumah Sendiri

Peringatan HUT RI ke -81 di Kampung Pakis Surabaya
Peringatan HUT RI ke -81 di Kampung Pakis Surabaya

selalu.id – Warga Pakis Gang 2 RT 13 RW 6, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Surabaya, terus menjaga semangat nasionalisme dan kebersamaan di lingkungan kampung. Salah satunya dengan tetap memberlakukan tradisi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan meminta seluruh warga berdiri saat lagu tersebut dikumandangkan,. Hal ini terjadi saat peringatan malam tasyakuran memperingati HUT RI ke-81, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya warga dalam menjaga semangat kemerdekaan sekaligus menanamkan rasa cinta Tanah Air di tengah masyarakat.

Baca Juga: Fenomena Sound Horeg di Sidoarjo: Dari Swadaya Puluhan Juta hingga Ujian Ketertiban

Di sisi lain, perhatian juga diarahkan pada kesiapan generasi muda di lingkungan kampung. Ketua Karang Taruna Pakis Gang 2, Rasiyeka Tabina Farel, mengatakan tantangan pemuda saat ini semakin besar seiring dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, pemuda di tingkat kampung harus dipersiapkan agar mampu menghadapi perubahan dan memiliki kemampuan untuk berkembang tanpa kehilangan akar lingkungan tempat mereka tinggal.

“Tantangan pemuda di kampung sekarang adalah menjadikan pemuda di kampung-kampung siap menghadapi tantangan kemajuan zaman dengan menyiapkan pemuda dan pemudi sebagai tuan dan nyonya di rumah atau kampung sendiri,” kata Farel.

Baca Juga: Peringati HUT ke-81 RI, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih-bersih Makam Pahlawan

Farel- sapaan akbrab Rasieka Tabina Farel menilai, keberadaan pemuda di kampung tidak hanya sebatas menjadi pelaksana kegiatan sosial maupun perayaan hari besar. Karang Taruna juga memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, Ketua RT 13 RW 6 Pakis Gang 2 yang dikenal dengan sebutan Laskar Telulas, Akhiyat, meminta Karang Taruna terus memperkuat pembinaan terhadap generasi muda.
Akiat berharap Karang Taruna dapat mempersiapkan berbagai keterampilan bagi anak-anak muda di wilayahnya. Bekal tersebut dinilai penting agar pemuda kampung mampu bersinergi sekaligus bersaing dengan pemuda dari wilayah lain di Surabaya.

“Karang Taruna harus mempersiapkan dan memberikan keahlian kepada anak-anak muda agar bisa bersinergi maupun bersaing dengan pemuda Surabaya dari wilayah lainnya,” ujar Akhiyat. 

Baca Juga: Manjakan Tamu di HUT RI ke-81, ASTON Inn Jemursari Surabaya Siapkan Promo Menginap hingga Upgrade Kamar Gratis

Menurutnya, penguatan kapasitas pemuda di tingkat kampung merupakan bagian dari upaya memajukan kepemudaan di Kota Surabaya. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, pemuda diharapkan tidak hanya aktif di lingkungannya sendiri, tetapi juga mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi kota.

Semangat nasionalisme yang terus dijaga warga Pakis Gang 2 pun diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan generasi muda. Dengan demikian, kampung tidak hanya menjadi ruang tinggal, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya pemuda yang memiliki keterampilan, rasa percaya diri, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantu Pemadaman Karhutla Bromo, Kepala DPKP Surabaya: Kemanusiaan Tidak Punya Sekat Wilayah Administratif

Bantuan serupa juga pernah diberikan saat kebakaran pabrik kertas PT Sun Paper Source di Mojokerto, juga kebakaran di kawasan Ranu Pane, Lumajang.

Mau Jadikan Rumah di Surabaya untuk Kos? Ini yang Perlu Diperhatikan

Dalam Perda 4/2026, rumah kos memiliki karakteristik berbeda dengan bangunan yang sejak awal sepenuhnya difungsikan sebagai tempat usaha.

Gudang Kayu di Made Surabaya Terbakar, Mobil dan Dua Motor Hangus

Ketinggian tumpukan kayu di dalam gudang disebut bervariasi, mulai sekitar satu hingga tiga meter.

Adu Banteng Dua Motor Terjadi di Mojokerto, 3 Nyawa Melayang di TKP

Saat Honda GL menyalip, pada waktu yang sama motor Honda Supra melaju dari arah berlawanan. Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari.

Karhutla Bromo Probolinggo Berhenti, Luasan Dampak Capai 1.120,3 Hektare

‎"Luasan kebakaran perhari ini 1.120,3 hektare. Ahamdulillah sudah padam jadi tidak ada lagi penambahan luasan kebakaran," ujar Danrem.

Usung Nuansa 60-an dan Motif Nature, Kini Kita Kenalkan Baju Anak Nyaman-Stylish

Uniknya, koleksi ini menghadirkan motif daun clover yang dipercaya sebagai simbol keberuntungan, dipadu dengan pilihan warna-warna alami seperti hijau natural.