Kamis, 16 Jul 2026 03:14 WIB

Jatanras Polda Jatim Tembak Dua Bandit Sadis di Pasuruan, Ini Jejak Kejahatannya

Dua bandit sadis saat diamankan Tim Jatanras Polda Jatim bersama barang bukti. (Dok. Jatanras Polda Jatim).
Dua bandit sadis saat diamankan Tim Jatanras Polda Jatim bersama barang bukti. (Dok. Jatanras Polda Jatim).

selalu.id - Jatanras Polda Jawa Timur menembak dua bandit jalanan sadis yang kerap beraksi di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Dua bandit itu adalah Sugiyono alias Sud, warga Sidogiri, Kecamatan Kraton, dan Muhammad Sholeh warga Wonorejo. Keduanya tinggal di Pasuruan.

Baca Juga: Polres Tuban Kini Berganti jadi Polresta, Begini Pesan Khusus Kapolda Jatim

Penangkapan dilakukan pada Selasa (26/5/2026) lalu, setelah penyidik mengungkap keterlibatan keduanya dalam kasus penganiayaan berat disertai perampasan kendaraan bermotor yang terjadi di Dusun Tunggul Wulung, Kecamatan Pandaan.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur menjelaskan modus operandi kedua pelaku yang sangat membahayakan nyawa korban.

Pelaku biasanya mengintai target di jalanan sepi, lalu secara tiba-tiba menghentikan laju korban dan memukul kepala atau bagian tubuh lain menggunakan helm dengan keras agar korban tidak berkutik sebelum barang berharga dan kendaraan dirampas.

“Dalam aksinya, pelaku menghentikan korban di jalan sepi lalu memukul menggunakan helm untuk melumpuhkan korban sebelum merampas kendaraan milik korban. Tindakan ini sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal bagi keselamatan korban,” terang Jumhur, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga: Komitmen Polda dan Kejati Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Lewat Semangat Jogo Jatim

Berdasarkan catatan, Sugiyono diketahui bukanlah pelaku baru. Ia merupakan residivis kasus kejahatan jalanan yang sudah tercatat tiga kali keluar masuk penjara karena tindak pidana serupa.

Penyidik menduga kedua tersangka ini terlibat dalam sejumlah kasus begal dan pencurian kendaraan bermotor lain yang sempat meresahkan warga Pasuruan dan daerah sekitarnya.

Jumhur mengatakan bahwa tindakan tegas terukur terpaksa dilakukan karena kedua pelaku melakukan perlawanan keras dan berusaha melarikan diri saat hendak diamankan.

Baca Juga: Kapolda Jatim Tekankan Profesionalisme Penggunaan Senjata Api

“Sesuai instruksi pimpinan, kami lakukan tindakan tegas, keras, dan terukur karena terduga pelaku nekat melakukan perlawanan. Kami tidak ingin ada korban di kalangan petugas maupun warga sekitar saat proses pengamanan berlangsung,” tegasnya.

Kedua pelaku kini telah diamankan Polres Pasuruan untuk menjalani proses hukum. Barang bukti berupa kendaraan hasil rampasan dan alat yang digunakan untuk beraksi juga telah disita penyidik.

Kasus ini kini masuk tahap penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh rangkaian kejahatan yang pernah dilakukan oleh kedua pelaku.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Inggris vs Argentina, Harry Kane Dkk Diprediksi Melaju Mulus ke Final

Laga sengit ini berlangsung di Stadion Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB. Dalam laga ini, The Three Lions diunggulkan menang.

Sengketa Tata Ruang Graha Famili: Putusan KI Jatim Bongkar Akses Orang Dalam, Sorotan Mengarah ke The Nook Cafe

Dalam pertimbangan hukumnya, Majelis KI Jatim menilai bahwa argumen Pemkot Surabaya tidak dapat dibenarkan.

DPRD Surabaya Desak Pemkot Copot Direksi BUMD yang Terus Merugi

Budi Leksono atau Buleks dalam hal ini juga menyinggung kinerja Rumah Potong Hewan (RPH) yang selama ini menjadi sorotan. 

Dukung Industri Ramah Lingkungan, PGN Semarang Suplai Gas Bumi ke Pabrik Produsen Sepeda

Pencapaian ini adalah bukti nyata komitmen PGN dalam memperluas pemanfaatan gas bumi yang andal, efisien, dan ramah lingkungan untuk sektor industri di Jateng.

Pelindo Terminal Petikemas Raih Dua Penghargaan dalam Ajang Green and Smart Port 2026

Widyaswendra mengatakan penghargaan ini jadi bagian dari proses berkelanjutan perusahaan dalam membangun terminal peti kemas yang ramah lingkungan dan aman.

Hutan di Gunung Biru Mojokerto Terbakar, BPBD hingga Polisi Diterjunkan

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Sabirin menjelaskan bahwa titik api yang semua terlihat dua kini bertambah menjadi empat titik.