Kamis, 15 Okt 2026 06:15 WIB

Dr WP Djatmiko soal KPK: Jadilah Sapu yang Bersih, Bukan Sapu Kotor!

Dr. W. P Djatmiko. (Dok. Istimewa).
Dr. W. P Djatmiko. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Rekam jejak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang genap berusia lebih dari dua dekade kini berada di persimpangan jalan.

Merosotnya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia menjadi alarm keras bahwa strategi pemberantasan rasuah di tanah air membutuhkan evaluasi total.

Baca Juga: KPK Geledah Rumah Tersangka Dirjen PPTT Lampri di Nganjuk

Menyikapi kondisi tersebut, Calon Pimpinan (Capim) KPK periode 2024–2029, Dr. W. P Djatmiko menekankan pentingnya melakukan perombakan fundamental melalui proses rethinking, reshaping, dan redesigning terhadap aplikasi sistem KPK.

Langkah ini dinilai mendesak agar pemberantasan korupsi kembali berjalan optimal.

"Upaya memperkecil kerugian negara hanya bisa terwujud jika kita memulainya dengan meningkatkan integritas sumber daya manusia (SDM) KPK. Institusi ini harus menjadi sapu bersih yang membersihkan tempat kotor, bukan sebaliknya, menjadi sapu kotor yang justru mengotori tempat yang hendak dibersihkan," tegas Dr WP Djatmiko dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, korupsi di Indonesia saat ini telah berevolusi menjadi sindikasi kejahatan yang sangat kompleks dan canggih akibat kemajuan teknologi informasi.

Pola ini tidak lagi bisa dihadapi hanya dengan mengandalkan pendekatan yuridis dogmatis yang kaku.

Berdasarkan kajiannya, terdapat lima sektor utama yang menjadi ladang subur kerugian negara terbesar, yaitu korupsi politik, pengadaan barang dan jasa pemerintah, perpajakan, perbankan, serta sektor sumber daya alam (SDA).

Di sektor pengadaan barang dan jasa misalnya, Djatmiko menyoroti bahwa secara rata-rata lebih dari setengah kasus korupsi di Indonesia terjadi di wilayah ini, mulai dari tingkat desa hingga kementerian.

Sementara di sektor SDA, potensi kerugian finansialnya sangat masif dan langsung berdampak pada hak kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: 7 Jam Geledah BPN Jatim, Ini Barang Bukti yang Disita KPK

Untuk mengatasi kompleksitas tersebut, Djatmiko menawarkan dua pilar solusi strategis. Pertama yakni Internalisasi Code of Conduct dan Kualitas SDM

Dengan jumlah personel KPK yang relatif kecil dibandingkan luas wilayah Indonesia, hanya sekitar 1.500 pegawai dengan 30 persen di antaranya yang fokus pada penindakan dan KPK wajib mengedepankan kualitas ketimbang kuantitas.

Djatmiko menekankan bahwa Pedoman Perilaku Etika (PPE) yang memuat nilai religiusitas, humanisasi, dan liberasi harus dibumikan secara konkret.

Selain itu, ia menuntut proses rekrutmen pegawai yang bebas nilai, tanpa intervensi, tekanan, atau titipan dari pihak eksekutif, legislatif, maupun judikatif.

Perumusan Road Map dan Fraud Control System

Baca Juga: Giliran Kantor BPN Jatim Digeledah KPK, Sita Sejumlah Koper

KPK dinilai harus memiliki perencanaan strategis yang fokus dan terarah. Djatmiko mendorong pembangunan fraud control system (sistem pengendalian kecurangan) di lima sektor utama kerugian negara.

Tak kalah penting, ia menekankan agar penegakan hukum memprioritaskan pengembalian aset keuangan negara (follow the money, follow the crime) secara agresif, bukan sekadar menjatuhkan hukuman badan.

Ke depan, Djatmiko berharap KPK tidak hanya tajam dalam fungsi represif, melainkan juga agresif di garda terdepan pencegahan korupsi sebelum kejahatan itu terjadi.

Sinergi yang kokoh antara KPK, Polri, Kejaksaan RI, hingga PPATK menjadi kunci utama untuk mereduksi faktor-faktor kondusif penyebab korupsi di Indonesia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bos Biro Umroh Surabaya Dipolisikan Kasus Kekerasan Seksual-Aborsi, Kuasa Hukum Bantah Begini

Berdasarkan keterangan kuasa hukum pelapor, kedua belah pihak awalnya bertetangga. Kedekatan bermula setelah suami korban meninggal dunia pada 2023. 

Jejak Kelam Kampung Narkoba Jalan Kunti Surabaya

Kawasan Jalan Kunti Surabaya pernah tumbuh menjadi pusat peredaran sabu-sabu yang tertutup, sistematis, dan sukar ditembus yang punya sistem keamanan.

Respons Santai Syaifuddin Zuhri Soal Eks Kader PDIP Pindah ke PSI, Ini Fokus yang Lebih Penting

Dalam dinamika ini, Kaji Ipuk juga menyinggung perlunya edukasi bagi kader yang dinilai masih perlu memahami nilai dan jati diri partai.

Marhaen Lantik 103 Pejabat Pemkab Nganjuk, Tekankan Layanan Kecamatan dan Netralitas Pilkades

Marhaen menekankan agar para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi di tempat tugas yang baru dan langsung bekerja untuk masyarakat.

40 Rumah di Jalan Ubi Surabaya Terancam Kehilangan Akses Jalan, DPRD Bilang Begini

Cahyo meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan warga tetap memiliki akses untuk menjalankan aktivitas sehari-hari setelah normalisasi berlangsung.

Kebakaran Hanguskan Dua Rumah di Sukodono, Pemkab Sidoarjo Langsung Perbaiki

Pemkab Sidoarjo menargetkan perbaikan mulai dikerjakan pekan ini dengan menggunakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).