Selasa, 20 Okt 2026 06:53 WIB

Gerindra Jember Tegas soal Anggota Dewan Main Gim saat Rapat, Pemecatan Menanti

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono usai mengikuti sidang paripurna. (Foto: Nurul/selali.id).
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono usai mengikuti sidang paripurna. (Foto: Nurul/selali.id).

selalu.id - Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono menegaskan partainya mematuhi sepenuhnya keputusan Mahkamah Kehormatan Partai (MKP) terkait sidang etik anggota dewan yang viral karena bermain gim saat rapat berlangsung.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Hanan usai mengikuti sidang Paripurna di gedung DPRD Kabupaten Jember, Senin (18/5/2026).

Baca Juga: Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Menurut Hanan, sanksi yang dijatuhkan kepada kader tersebut sudah jelas berupa peringatan keras dan tegas.

Fraksi Gerindra, kata dia, tidak akan mentoleransi pelanggaran serupa di kemudian hari.

“Fraksi Gerindra Kabupaten Jember tegak lurus terhadap putusan MKP. Sanksinya sudah jelas, yakni peringatan keras dan tegas,” jelasnya.

Hanan menyebut, jika pelanggaran kembali terjadi dan bahkan berdampak pidana, partai tidak segan mengambil langkah lebih berat berupa pemecatan.

“Kalau ada kesalahan lagi, apalagi sampai berdampak pidana, tentu bisa langsung ditindaklanjuti dengan pemecatan,” katanya.

Hanan menyatakan evaluasi internal akan dilakukan kepada seluruh anggota fraksi, bukan hanya kepada satu kader yang tersandung kasus.

Baca Juga: RSD Soebandi Jember Gelar Skrining Gratis, Target 10 Ribu Peserta Jember Cinta Kesehatan

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga marwah DPRD Jember sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

“Evaluasi bukan hanya kepada satu orang saja, tetapi semua anggota fraksi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” bebernya.

Saat dimintai penjelasan terkait alasan anggota dewan tersebut bermain gim ketika rapat berlangsung, Hanan mengaku sempat menanyakan langsung kepada yang bersangkutan. Jawaban yang diterima pun dinilai cukup mengejutkan.

“Katanya lupa memberi makan sapi di gim karena rapat berlangsung lama sejak pagi sampai siang,” ujarnya.

Baca Juga: Tinjau Pustu Klatakan, Gus Fawait Targetkan Puskesmas Jember Berstandar ISO 2000

Terkait kemungkinan adanya laporan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember, Hanan menilai BK sebenarnya dapat bergerak tanpa harus menunggu laporan resmi karena persoalan itu sudah menjadi perhatian publik.

“Karena sudah viral dan menjadi perhatian masyarakat, BK sebenarnya bisa langsung memanggil. Ini jadi pengingat soal etika untuk semua anggota dewan,” jelasnya.

Selain persoalan bermain gim, sorotan publik juga mengarah pada isu merokok saat rapat berlangsung. Namun demikian, Fraksi Gerindra mengaku belum melakukan pembahasan khusus mengenai aturan merokok di ruang rapat DPRD.

“Kalau nanti ini jadi momentum pembahasan perda kawasan tanpa rokok, kami terbuka untuk berdiskusi bersama,” pungkas Hanan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).