Senin, 22 Jun 2026 02:21 WIB

Ternyata, Goldvitel Hotel Surabaya yang Jadi Tempat Bunuh Diri Itu Belum Kantongi SLF

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 05 Mei 2026 19:29 WIB
Goldvitel Hotel Surabaya. (Dok. Selalu.id).
Goldvitel Hotel Surabaya. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya mengungkap bahwa Goldvitel Hotel belum mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Pengakuan itu disampaikan di tengah sorotan terhadap aspek keamanan gedung bertingkat usai insiden tamu diduga bunuh diri dari rooftop lantai 20 hotel.

Baca Juga: Driver Ojek Online asal Sidoarjo Ditemukan Tewas Gantung Diri di Surabaya

Kepala DPRKPP Surabaya, Iman Krestian mengatakan, pengurusan SLF Goldvitel Hotel masih dalam proses meski sebelumnya sudah diberikan peringatan sejak 2023.

“SLF belum ada. Masih kita peringatkan, sudah dapat peringatan sejak 2023 kayaknya. Masih proses,” jelasnya kepada selalu.id, Selasa (5/5/2026).

Iman mengatakan, penerbitan SLF saat ini masih dievaluasi karena sejumlah ketentuan dinilai terlalu rumit dan dikeluhkan pelaku usaha.

Pemkot Surabaya juga masih menyusun aturan turunan terkait mekanisme dan sanksi bagi bangunan yang belum memiliki SLF.

“SLF ini juga masih mau kita benahi ketentuannya, karena ada yang mengeluhkan terlalu rumit. Ketentuannya juga masih kita cari, karena masih ada turunan-turunannya yang harus diselesaikan,” bebernya.

Menurut Iman, selama aturan belum tuntas, pengawasan sementara dilakukan melalui monitoring lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Terkait insiden di Goldvitel Hotel, Iman menilai kasus tersebut tidak bisa serta merta dikaitkan langsung dengan ketiadaan SLF. Sebab, peristiwa itu diduga merupakan tindakan sengaja dari korban, bukan kecelakaan akibat kegagalan bangunan.

Baca Juga: Pasca Tamu Tewas dari Lantai 20, Hotel Goldvitel Surabaya Bilang Begini

“Kalau orang bunuh diri itu kan tidak cuma di Goldvitel. Kalau celaka karena bangunan, itu beda lagi,” tegasnya.

Meski demikian, DPRKPP memastikan kasus tersebut menjadi bahan evaluasi, terutama terkait sistem proteksi dan pengamanan area rooftop gedung bertingkat.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati menilai insiden tersebut juga perlu menjadi momentum evaluasi terhadap kepatuhan bangunan hotel terhadap Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Menurut dia, SLF merupakan jaminan bahwa bangunan telah memenuhi standar teknis keselamatan dan laik digunakan, termasuk meminimalkan risiko kecelakaan maupun insiden berbahaya bagi tamu.

Baca Juga: Lagi, Pemuda di Surabaya Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Diduga Bunuh Diri

“SLF itu sendiri jaminan keamanan untuk mencegah risiko kecelakaan atau insiden berbahaya bagi tamu. Jadi jaminan bahwa bangunan hotel aman dan laik huni,” jelas Aning.

Hal itu mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021. Ia menduga masih ada bangunan hotel di Surabaya yang belum sepenuhnya memenuhi standar SLF.

Karena itu, Pemkot Surabaya melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) diminta sigap melakukan evaluasi.

“Pemkot dalam hal ini DPRKPP harus betul-betul sigap untuk evaluasi SLF,” tandas Aning.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Telusuri Jejak Masa Kecil Bung Karno di Sidoarjo Lewat FGD

Salah satu yang kembali mencuat adalah keberadaan bangunan sekolah lama yang diduga tempat Soekarno sekolah.

Besok Ratusan Massa Dikabarkan Akan Turun ke Grahadi Lagi, Ini Tuntutannya

“Mungkin 300–500, belum terhitung yang massa cair,” ujar Korlap aksi tentang gambaran massa yang akan terlibat.

Besok Bakal Ada Aksi Massa Lagi di Pusat Kota Surabaya, Poster Terpasang di Medsos

Massa diarahkan berkumpul di Taman Bambu Runcing sebelum melakukan long march menuju Gedung Negara Grahadi. 

Surabaya Hasilkan Ribuan Ton Limbah B3, Tapi 46 Ton Masih Menumpuk di TPS

Menurut Maria, masih ada sejumlah pihak yang belum mampu mengelola limbah secara mandiri meskipun telah mendapatkan edukasi dari pemerintah.

Grebeg Suro Sidoarjo 2026, PKL Bersyukur Tidak Dipungut Biaya Lapak

Kebijakan ini membuat para pedagang dapat berjualan dengan lebih leluasa di tengah ramainya pengunjung.

Pria Asal Kenjeran Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Kalimas Surabaya

Korban akhirnya ditemukan di dasar sungai. Posisinya sekitar dua meter dari titik terakhir terlihat sebelum tenggelam.