Minggu, 16 Agu 2026 03:40 WIB

Ternyata, Goldvitel Hotel Surabaya yang Jadi Tempat Bunuh Diri Itu Belum Kantongi SLF

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 05 Mei 2026 19:29 WIB
Goldvitel Hotel Surabaya. (Dok. Selalu.id).
Goldvitel Hotel Surabaya. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya mengungkap bahwa Goldvitel Hotel belum mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Pengakuan itu disampaikan di tengah sorotan terhadap aspek keamanan gedung bertingkat usai insiden tamu diduga bunuh diri dari rooftop lantai 20 hotel.

Baca Juga: Sengaja Lintasi Rel, Pria Misterius Tewas Tertabrak Kereta di Krian

Kepala DPRKPP Surabaya, Iman Krestian mengatakan, pengurusan SLF Goldvitel Hotel masih dalam proses meski sebelumnya sudah diberikan peringatan sejak 2023.

“SLF belum ada. Masih kita peringatkan, sudah dapat peringatan sejak 2023 kayaknya. Masih proses,” jelasnya kepada selalu.id, Selasa (5/5/2026).

Iman mengatakan, penerbitan SLF saat ini masih dievaluasi karena sejumlah ketentuan dinilai terlalu rumit dan dikeluhkan pelaku usaha.

Pemkot Surabaya juga masih menyusun aturan turunan terkait mekanisme dan sanksi bagi bangunan yang belum memiliki SLF.

“SLF ini juga masih mau kita benahi ketentuannya, karena ada yang mengeluhkan terlalu rumit. Ketentuannya juga masih kita cari, karena masih ada turunan-turunannya yang harus diselesaikan,” bebernya.

Menurut Iman, selama aturan belum tuntas, pengawasan sementara dilakukan melalui monitoring lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Terkait insiden di Goldvitel Hotel, Iman menilai kasus tersebut tidak bisa serta merta dikaitkan langsung dengan ketiadaan SLF. Sebab, peristiwa itu diduga merupakan tindakan sengaja dari korban, bukan kecelakaan akibat kegagalan bangunan.

Baca Juga: Driver Ojek Online asal Sidoarjo Ditemukan Tewas Gantung Diri di Surabaya

“Kalau orang bunuh diri itu kan tidak cuma di Goldvitel. Kalau celaka karena bangunan, itu beda lagi,” tegasnya.

Meski demikian, DPRKPP memastikan kasus tersebut menjadi bahan evaluasi, terutama terkait sistem proteksi dan pengamanan area rooftop gedung bertingkat.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati menilai insiden tersebut juga perlu menjadi momentum evaluasi terhadap kepatuhan bangunan hotel terhadap Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Menurut dia, SLF merupakan jaminan bahwa bangunan telah memenuhi standar teknis keselamatan dan laik digunakan, termasuk meminimalkan risiko kecelakaan maupun insiden berbahaya bagi tamu.

Baca Juga: Pasca Tamu Tewas dari Lantai 20, Hotel Goldvitel Surabaya Bilang Begini

“SLF itu sendiri jaminan keamanan untuk mencegah risiko kecelakaan atau insiden berbahaya bagi tamu. Jadi jaminan bahwa bangunan hotel aman dan laik huni,” jelas Aning.

Hal itu mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021. Ia menduga masih ada bangunan hotel di Surabaya yang belum sepenuhnya memenuhi standar SLF.

Karena itu, Pemkot Surabaya melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) diminta sigap melakukan evaluasi.

“Pemkot dalam hal ini DPRKPP harus betul-betul sigap untuk evaluasi SLF,” tandas Aning.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Selain di Margorejo Surabaya, Pos Polisi Cito juga Dilempar Molotov

Pantauan di Pos Polisi Cito, saat ini sejumlah petugas tengah berjaga. Di dalam ruang tengah pos polisi itu, terlihat terpasang police line atau garis polisi.

Pelaku Pelemparan Molotov di Pos Polisi Margorejo Surabaya Itu Kendarai Motor

Saat ini, polisi tengah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. Pelaku diketahui mengendarai motor dan kabur ke arah Utara.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov, Begini Kesaksian Warga

Molotov yang dilempar oleh seorang pengendara motor misterius, itu disebut mengeluarkan suara ledakan meski tidak keras.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov oleh Pemotor Misterius

Saat ini, polisi masih di lokasi kejadian untuk melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap insiden tersebut.

KUA-PPAS Sidoarjo 2026 Digedok, Belanja Daerah Turun Rp102,78 Miliar

Banggar DPRD Sidoarko meminta Pemkab memastikan dokumen perencanaan nasional, provinsi, dan kabupaten tetap selaras.

Pengurus ESI Gresik 2025-2028 Dilantik, Persiapan Porprov Jatim jadi Fokus

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta ESI Gresik memperbanyak event kompetisi untuk menjaring sekaligus membina bibit atlet esports.