Rabu, 04 Nov 2026 06:02 WIB

Menanti Gebrakan Kaji Ipuk, Ketua DPRD Surabaya Baru yang Segera Dilantik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 27 Apr 2026 19:16 WIB
Syaifuddin Zuhri alias Kaji Ipuk, Ketua DPRD Surabaya Baru yang segera dilantik. (Dok. Istimewa/selalu.id).
Syaifuddin Zuhri alias Kaji Ipuk, Ketua DPRD Surabaya Baru yang segera dilantik. (Dok. Istimewa/selalu.id).

selalu.id - Proses pergantian Ketua DPRD Kota Surabaya kini memasuki tahap akhir.

Nama Syaifuddin Zuhri yang diusulkan sebagai pimpinan dewan tinggal menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur sebelum resmi dilantik melalui rapat paripurna.

Baca Juga: Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Secara politik, seluruh proses di internal partai telah rampung. Rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan sudah mengalir melalui struktur partai hingga diterima DPRD Surabaya.

“Surat resmi dari DPP yang merekomendasikan saya sudah dikirimkan melalui DPD dan DPC. Artinya, secara administratif dari partai sudah ada di DPRD,” kata Syaifuddin Zuhri, Senin (27/4/2026).

Saat ini, DPRD tinggal mengajukan nama tersebut ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. SK gubernur menjadi syarat utama sebelum pelantikan dilakukan melalui pengucapan sumpah dan janji di forum paripurna.

“Tinggal menunggu SK Gubernur. Itu nanti menjadi dasar untuk diparipurnakan secara de facto,” jelas politisi yang akrab disapa Kaji Ipuk itu.

Meski belum resmi dilantik, ia menegaskan kesiapan langsung bekerja memimpin lembaga legislatif.

Kaji Ipuk menekankan, fokus utama adalah memastikan tiga fungsi DPRD berjalan optimal, terutama dalam pengawasan pelaksanaan anggaran.

Baca Juga: Nenek yang Dirampok Itu Tetangga Wakil Ketua DPRD Surabaya, Minta Pelaku Segera Ditangkap

“Yang utama adalah menjalankan fungsi DPRD, mulai dari pembentukan perda, pembahasan APBD, hingga pengawasan,” tegasnya.

Kaji Ipuk menambahkan, dalam waktu dekat DPRD tidak lagi membahas penyusunan anggaran baru.

APBD 2026 telah disahkan pada Desember 2025, sehingga fungsi kontrol menjadi prioritas utama.

“Sekarang bukan lagi pembahasan APBD, tapi bagaimana memastikan program-program 2026 berjalan maksimal sesuai yang sudah diputuskan,” paparnya.

Baca Juga: Nenek Penjual Rujak di Surabaya jadi Korban Perampokan Sadis, Emas 30 Gram Raib

Kaji Ipuk juga menyoroti pentingnya soliditas antarfraksi dalam mendukung kinerja dewan. Menurutnya, seluruh kerja legislatif harus tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Yang paling utama adalah sinergi atas nama rakyat,” tandasnya.

Sementara itu, terkait penataan alat kelengkapan dewan (AKD) pasca-PAW, PDI Perjuangan telah menyiapkan komposisi internal. Salah satunya dengan mendorong Anas Karno menempati posisi pimpinan di komisi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gila! Listyo Sigit dkk Sadap Presiden Prabowo hingga Media Sejak 2025

Nomor-nomor yang disadap dimasukan ke dalam sistem tanpa verifikasi. Pada Oktober 2026 tersangka diduga memerintahkan menghapus file penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo Diduga Disadap, Ini Komentar PDIP untuk Polri

Menurut Hasto, pengungkapan kasus penyadapan ilegal harus menjadi pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik-praktik serupa.

Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Diketahui, ketiga jenderal polisi tersebut tak tanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, tapi juga menyadap sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.

Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Dalam momen itu, ‎Khofifah mengatakan bahwa bantuan tersebut mencakup bidang perumahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.

Soal Kabar Penangkapan Jenderal Polisi, Ini Dugaan Pelanggarannya

Langkah penindakan senyap ini bergulir hanya berselang satu bulan setelah kepemimpinan Polri diserahterimakan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.