Minggu, 16 Agu 2026 04:09 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Hewan Qurban di Jatim Melimpah dan Sehat

  • Penulis : Redaksi
  • | Senin, 27 Apr 2026 14:40 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat melakukan pengecekan hewan qurban. (Dok. Humas Pemprov Jatim).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat melakukan pengecekan hewan qurban. (Dok. Humas Pemprov Jatim).

Lselalu.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memastikan kesiapan pemotongan hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha 2026.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut, ketersediaan hewan qurban tercatat surplus (melimpah), dan jaminan kesehatan hewan.

Baca Juga: Menko AHY Resmikan 166 Rumah Revitalisasi Kampung Nelayan di Campurejo Gresik

Surplus tersebut, berdasarkan data Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan Kesehatan Hewan kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Ketersediaan hewan kurban tahun 2026 dalam kondisi surplus dibandingkan proyeksi kebutuhan.

“Alhamdulillah, ketersediaan ternak kurban di Jawa Timur tahun ini sangat mencukupi bahkan surplus. Ini menjadi jaminan bahwa masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan tenang,” jelas Khofifah, Senin (27/4/2026).

Khofifah merinci, ketersediaan sapi tercatat sebanyak 629.119 ekor dengan kebutuhan sekitar 70.550 ekor, kambing 940.693 ekor dengan kebutuhan 297.900 ekor.

Sedangkan domba 484.468 ekor dengan kebutuhan 58.600 ekor, serta kerbau 1.698 ekor dengan kebutuhan sekitar 10 ekor.

Baca Juga: Momen Haru Warga Mojokerto Sambut Bantuan Air Bersih dari Pemerintah

"Kondisi ini menunjukkan angka surplus yang cukup signifikan pada seluruh jenis ternak kurban di Jawa Timur," katanya.

Khofifah memastikan bahwa seluruh hewan yang diproyeksi untuk qurban, dalam keadaan sehat.

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) telah berhasil dikendalikan secara signifikan melalui langkah vaksinasi dan pengawasan intensif.

“Kasus PMK dan LSD di Jatim menurun secara signifikan dan sampai bulan April 2026 ini sudah dapat dikendalikan. Kami terus melakukan vaksinasi dan pengawasan ketat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam melaksanakan ibadah kurban,” tegasnya.

Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

Untuk menjamin keamanan distribusi ternak, Pemprov Jatim juga menerapkan prosedur ketat lalu lintas ternak antarwilayah.

Setiap ternak wajib memenuhi persyaratan kesehatan, telah mendapatkan vaksinasi PMK minimal dosis pertama, serta dilengkapi sertifikat veteriner sebelum diperdagangkan maupun dipotong.

Reporter: Mohammad Rofik 

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Selain di Margorejo Surabaya, Pos Polisi Cito juga Dilempar Molotov

Pantauan di Pos Polisi Cito, saat ini sejumlah petugas tengah berjaga. Di dalam ruang tengah pos polisi itu, terlihat terpasang police line atau garis polisi.

Pelaku Pelemparan Molotov di Pos Polisi Margorejo Surabaya Itu Kendarai Motor

Saat ini, polisi tengah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. Pelaku diketahui mengendarai motor dan kabur ke arah Utara.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov, Begini Kesaksian Warga

Molotov yang dilempar oleh seorang pengendara motor misterius, itu disebut mengeluarkan suara ledakan meski tidak keras.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov oleh Pemotor Misterius

Saat ini, polisi masih di lokasi kejadian untuk melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap insiden tersebut.

KUA-PPAS Sidoarjo 2026 Digedok, Belanja Daerah Turun Rp102,78 Miliar

Banggar DPRD Sidoarko meminta Pemkab memastikan dokumen perencanaan nasional, provinsi, dan kabupaten tetap selaras.

Pengurus ESI Gresik 2025-2028 Dilantik, Persiapan Porprov Jatim jadi Fokus

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta ESI Gresik memperbanyak event kompetisi untuk menjaring sekaligus membina bibit atlet esports.