Momen Kehangatan dan Tawa Riang Warga Dihibur Lurah Patrang Jember saat Penyaluran Bantuan
- Penulis : Ahmad Nurul Wijaya
- | Rabu, 15 Apr 2026 22:18 WIB
selalu.id - Suasana penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) di Pendopo Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, berlangsung berbeda dari biasanya.
Di tengah antrean panjang dan cuaca yang cukup terik, warga justru tampak menikmati proses menunggu dengan suasana penuh kehangatan.
Baca Juga: Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun
Ratusan warga yang hadir sejak pagi tetap tertib menunggu giliran. Meski demikian, rasa lelah sempat terlihat akibat lamanya antrean.
Kondisi tersebut berubah ketika Lurah Patrang, Hariyono, turun langsung menyapa warga.
Dengan sikap santai dan penuh keakraban, ia berkeliling di antara warga, menyapa serta berbincang ringan.
Tak jarang ia duduk bersama warga lanjut usia, menciptakan suasana yang akrab tanpa sekat antara pemimpin dan masyarakat.
“Sabar ya Bu, nanti dipanggil satu per satu. Yang penting sudah sesuai antreannya,” tuturnya menenangkan warga, Senin (13/4/2026).
Penyaluran Bantuan di Patrang Jember. (Dok. Istimewa).
Baca Juga: Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga
Candaan yang dilontarkan Hariyono pun berhasil mencairkan suasana. Warga yang sebelumnya terlihat lelah mulai tersenyum dan saling berbincang.
Suasana semakin meriah saat waktu istirahat tiba. Ketika proses penyaluran dihentikan sementara, Hariyono justru mengambil inisiatif menghibur warga dengan bernyanyi di depan mereka.
Aksi spontan tersebut langsung mengundang perhatian. Tepuk tangan dan tawa pun terdengar dari berbagai sudut pendopo. Beberapa warga bahkan mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel mereka.
Kemeriahan bertambah ketika seorang warga lanjut usia ikut berjoget mengikuti irama lagu. Aksi sederhana itu sukses membuat suasana semakin hidup dan penuh keceriaan.
Baca Juga: Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak
“Sangat terhibur, jadi tidak terasa lama menunggunya,” ujar salah satu warga dengan wajah bahagia.
Kehadiran lurah di tengah masyarakat dengan pendekatan yang humanis ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik tidak selalu harus kaku. Sentuhan sederhana seperti menyapa, mendengar, dan menghibur mampu menciptakan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi warga.
Di hari itu, warga tidak hanya membawa pulang bantuan pangan, tetapi juga kenangan hangat tentang kebersamaan dan kepedulian dari pemimpinnya.
Editor : Zein Muhammad