Selasa, 20 Okt 2026 17:37 WIB

Streaming 'Gus Bupati Menjawab', jadi Forum Saran-Kritik untuk Bupati Fawait

Bupati Jember Gus fawait saat live streaming (foto: dok.diskominfo)
Bupati Jember Gus fawait saat live streaming (foto: dok.diskominfo)

selalu.id - Bupati Jember, Muhammad Fawait, menggelar forum uji publik secara langsung melalui platform livestreaming bertajuk Gus Bupati Menjawab, Jumat (10/4/2026).

Mengadopsi gaya komunikasi modern, forum ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, pertanyaan, hingga aspirasi secara real-time.

Baca Juga: Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Di hadapan ribuan penonton digital, Gus Fawait tampil lugas dalam menjawab berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.

“Forum ini bukan sekadar hiburan, tetapi bentuk tanggung jawab kami untuk memberikan kepastian kepada publik. Masyarakat berhak tahu apa yang kami kerjakan dan alasan di balik setiap kebijakan,” tegasnya.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah tokoh turut hadir memberikan perspektif, di antaranya Iqbal Reza Nugraha, Achmad Imam Fauzi, Peni Dwi Wahyu Winarsi, Agus Trihartono, Iffan Gallant El Muhammady, jurnalis Oryza A. Wirawan, serta Irfan Kharisma Putra.

Salah satu topik yang menjadi sorotan adalah program Mlijo Cinta yang berfokus pada pemberdayaan pedagang sayur keliling. Menjawab keraguan publik, Gus Fawait menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berbentuk bantuan, tetapi dirancang sebagai ekosistem ekonomi yang menghubungkan produsen lokal dengan pasar secara langsung.

Baca Juga: RSD Soebandi Jember Gelar Skrining Gratis, Target 10 Ribu Peserta Jember Cinta Kesehatan

Selain itu, program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) juga menjadi perbincangan hangat. Menanggapi kritik terkait efektivitas anggaran, Gus Fawait menegaskan bahwa kehadiran langsung pemerintah di desa merupakan langkah strategis untuk mempercepat penyelesaian masalah.

“Bunga Desaku adalah cara kami menjemput persoalan sebelum menjadi besar. Banyak hal di desa yang tidak bisa diselesaikan hanya dari balik meja. Dengan turun langsung, keputusan bisa diambil lebih cepat,” ujarnya.

Tak hanya membahas program unggulan, forum ini juga mengulas isu strategis seperti kemiskinan, ketimpangan ekonomi, hingga optimalisasi infrastruktur daerah. Gus Fawait menekankan pentingnya sinergi antara program sosial dan pembangunan fisik untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata.

Baca Juga: Tinjau Pustu Klatakan, Gus Fawait Targetkan Puskesmas Jember Berstandar ISO 2000

Melalui forum ini, terlihat adanya perubahan pendekatan kepemimpinan di Kabupaten Jember menuju era keterbukaan informasi. Gus Fawait menempatkan dirinya sebagai pemimpin yang siap diuji secara publik, sekaligus membangun kembali kepercayaan masyarakat.

Di akhir siaran, ia berkomitmen untuk menjadikan forum serupa sebagai agenda rutin. Hal ini diharapkan mampu memperkuat komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar berdampak nyata bagi kesejahteraan warga Jember. (ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Truk Boks Tabrak Trailer di Krembangan Surabaya, Begini Kondisi Korban

Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kecelakaan tersebut.

Polda Jatim Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-75 Humas Polri, 100 Kantong Terkumpul

Aksi kemanusiaan yang mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri” ini diikuti personel Polri, insan pers, hingga masyarakat umum.

Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Jam operasional distributor dan subdistributor dibatasi hingga pukul 22.00 WIB.

Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

Menurut Eri, pemegang gelar Cak dan Ning Surabaya memiliki tanggung jawab membawa nama Kota Surabaya.

Bareskrim Telusuri Aset 500 Miliar Kasus PT Dana Syariah, Tiga Berkas P21

Penyidikan juga menyasar pertanggungjawaban pidana korporasi.

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.