Jumat, 04 Sep 2026 15:50 WIB

PAD Jember Tembus Rp1 Triliun pada 2025, Sektor Ini Jadi Penyumbang Terbanyak

Bupati Jember Muhammad Fawait. (Dok. Diskominfo Jember).
Bupati Jember Muhammad Fawait. (Dok. Diskominfo Jember).

selalu.id - Kinerja fiskal Kabupaten Jember sepanjang tahun anggaran 2025 menunjukkan capaian impresif.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) berhasil menembus angka Rp1 triliun dengan pertumbuhan lebih dari 36 persen, tertinggi di Jawa Timur dan menempatkan Jember di posisi lima besar dari 38 kabupaten/kota.

Baca Juga: Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jember, Achmad Imam Fauzi menyampaikan bahwa peningkatan signifikan ini tidak didorong oleh kenaikan tarif pajak maupun retribusi.

Sebaliknya, pemerintah daerah mengedepankan strategi insentif fiskal untuk mendorong partisipasi masyarakat dan geliat ekonomi.

“Pertumbuhan ini lahir dari meningkatnya kepatuhan dan aktivitas ekonomi, bukan dari kenaikan tarif. Ini pendekatan yang lebih berkelanjutan,” jelas Fauzi, Selasa (7/4/2026).

Selama 2025, Pemkab Jember mengimplementasikan berbagai kebijakan yang berpihak pada masyarakat, seperti penurunan retribusi pasar, program parkir gratis pada waktu tertentu, serta pengurangan dan pembebasan pajak di momen strategis.

Fauzi menegaskan bahwa kebijakan ini dinilai mampu memperluas basis penerimaan tanpa menambah beban masyarakat.

Baca Juga: Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

"Keberhasilan ini juga ditopang oleh kepemimpinan Bapak Bupati yang mampu membangun kepercayaan publik secara kuat," ujarnya.

Selain itu, sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang semakin solid turut memperkuat optimalisasi pendapatan daerah.

Kontribusi sektor pariwisata juga menunjukkan tren positif.

Pendapatan sektor ini mencapai Rp50,87 miliar atau meningkat 2,08 persen, seiring lonjakan jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai 1.800.014 orang—bertambah lebih dari 577 ribu kunjungan dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga: Pemkab Jember Fokuskan APBD 2026 untuk Kesehatan hingga Pendidikan 

Peningkatan ini dipicu oleh kebijakan tarif destinasi yang lebih terjangkau, pembukaan akses transportasi baru, serta berkembangnya sektor pendukung seperti kuliner dan desa wisata.

"Secara umum, strategi insentif yang diterapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih luas," kata Fauzi.

Meski beberapa program masih akan menunjukkan hasil optimal pada tahun berikutnya, arah kebijakan dinilai tetap konsisten pada pendekatan berbasis kepercayaan dan partisipasi publik. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jumat Ceria Bunda, Naik Lagi Harganya

Dengan demikian, terdapat selisih (spread) sebesar Rp 147.000 per gram antara harga beli dan harga jual kembali hari ini.