PAD Jember Tembus Rp1 Triliun pada 2025, Sektor Ini Jadi Penyumbang Terbanyak
- Penulis : Ahmad Nurul Wijaya
- | Selasa, 07 Apr 2026 18:07 WIB
selalu.id - Kinerja fiskal Kabupaten Jember sepanjang tahun anggaran 2025 menunjukkan capaian impresif.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) berhasil menembus angka Rp1 triliun dengan pertumbuhan lebih dari 36 persen, tertinggi di Jawa Timur dan menempatkan Jember di posisi lima besar dari 38 kabupaten/kota.
Baca Juga: Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jember, Achmad Imam Fauzi menyampaikan bahwa peningkatan signifikan ini tidak didorong oleh kenaikan tarif pajak maupun retribusi.
Sebaliknya, pemerintah daerah mengedepankan strategi insentif fiskal untuk mendorong partisipasi masyarakat dan geliat ekonomi.
“Pertumbuhan ini lahir dari meningkatnya kepatuhan dan aktivitas ekonomi, bukan dari kenaikan tarif. Ini pendekatan yang lebih berkelanjutan,” jelas Fauzi, Selasa (7/4/2026).
Selama 2025, Pemkab Jember mengimplementasikan berbagai kebijakan yang berpihak pada masyarakat, seperti penurunan retribusi pasar, program parkir gratis pada waktu tertentu, serta pengurangan dan pembebasan pajak di momen strategis.
Fauzi menegaskan bahwa kebijakan ini dinilai mampu memperluas basis penerimaan tanpa menambah beban masyarakat.
Baca Juga: Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga
"Keberhasilan ini juga ditopang oleh kepemimpinan Bapak Bupati yang mampu membangun kepercayaan publik secara kuat," ujarnya.
Selain itu, sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang semakin solid turut memperkuat optimalisasi pendapatan daerah.
Kontribusi sektor pariwisata juga menunjukkan tren positif.
Pendapatan sektor ini mencapai Rp50,87 miliar atau meningkat 2,08 persen, seiring lonjakan jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai 1.800.014 orang—bertambah lebih dari 577 ribu kunjungan dibanding tahun sebelumnya.
Baca Juga: Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak
Peningkatan ini dipicu oleh kebijakan tarif destinasi yang lebih terjangkau, pembukaan akses transportasi baru, serta berkembangnya sektor pendukung seperti kuliner dan desa wisata.
"Secara umum, strategi insentif yang diterapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih luas," kata Fauzi.
Meski beberapa program masih akan menunjukkan hasil optimal pada tahun berikutnya, arah kebijakan dinilai tetap konsisten pada pendekatan berbasis kepercayaan dan partisipasi publik. (ADV).
Editor : Zein Muhammad