Selasa, 20 Okt 2026 13:06 WIB

PAD Jember Tembus Rp1 Triliun pada 2025, Sektor Ini Jadi Penyumbang Terbanyak

Bupati Jember Muhammad Fawait. (Dok. Diskominfo Jember).
Bupati Jember Muhammad Fawait. (Dok. Diskominfo Jember).

selalu.id - Kinerja fiskal Kabupaten Jember sepanjang tahun anggaran 2025 menunjukkan capaian impresif.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) berhasil menembus angka Rp1 triliun dengan pertumbuhan lebih dari 36 persen, tertinggi di Jawa Timur dan menempatkan Jember di posisi lima besar dari 38 kabupaten/kota.

Baca Juga: Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jember, Achmad Imam Fauzi menyampaikan bahwa peningkatan signifikan ini tidak didorong oleh kenaikan tarif pajak maupun retribusi.

Sebaliknya, pemerintah daerah mengedepankan strategi insentif fiskal untuk mendorong partisipasi masyarakat dan geliat ekonomi.

“Pertumbuhan ini lahir dari meningkatnya kepatuhan dan aktivitas ekonomi, bukan dari kenaikan tarif. Ini pendekatan yang lebih berkelanjutan,” jelas Fauzi, Selasa (7/4/2026).

Selama 2025, Pemkab Jember mengimplementasikan berbagai kebijakan yang berpihak pada masyarakat, seperti penurunan retribusi pasar, program parkir gratis pada waktu tertentu, serta pengurangan dan pembebasan pajak di momen strategis.

Fauzi menegaskan bahwa kebijakan ini dinilai mampu memperluas basis penerimaan tanpa menambah beban masyarakat.

Baca Juga: Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

"Keberhasilan ini juga ditopang oleh kepemimpinan Bapak Bupati yang mampu membangun kepercayaan publik secara kuat," ujarnya.

Selain itu, sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang semakin solid turut memperkuat optimalisasi pendapatan daerah.

Kontribusi sektor pariwisata juga menunjukkan tren positif.

Pendapatan sektor ini mencapai Rp50,87 miliar atau meningkat 2,08 persen, seiring lonjakan jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai 1.800.014 orang—bertambah lebih dari 577 ribu kunjungan dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga: RSD Soebandi Jember Gelar Skrining Gratis, Target 10 Ribu Peserta Jember Cinta Kesehatan

Peningkatan ini dipicu oleh kebijakan tarif destinasi yang lebih terjangkau, pembukaan akses transportasi baru, serta berkembangnya sektor pendukung seperti kuliner dan desa wisata.

"Secara umum, strategi insentif yang diterapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih luas," kata Fauzi.

Meski beberapa program masih akan menunjukkan hasil optimal pada tahun berikutnya, arah kebijakan dinilai tetap konsisten pada pendekatan berbasis kepercayaan dan partisipasi publik. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.