Minggu, 01 Nov 2026 21:44 WIB

Surabaya Gaspol Atasi Banjir Lewat Drainase Baru dan Pompa Nonstop

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Nov 2025 10:43 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mempercepat pembenahan titik rawan genangan menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026. Fokus utama diarahkan pada percepatan proyek drainase serta pemeliharaan infrastruktur pengendalian air di seluruh kota.

 

Baca Juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan penyelesaian proyek drainase menjadi prioritas. Sebagian besar pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir November 2025.

 

"Insyaallah di akhir November selesai semua. Tapi alhamdulillah di bulan Oktober sudah hujan. Nah berarti apa, strategi saya untuk menahan agar tidak terjadi genangan kita keluarkan mobil-mobil PMK," kata Eri.

 

Menurutnya, 28 unit mobil PMK dikerahkan setiap kali hujan deras untuk mempercepat aliran air. “Kita punya 28 unit, keluar semua setiap hujan. Dan ini semoga sampai akhir November kita bisa mengatasi itu, sehingga ketika ini jadi semua, bisa selesai,” ujarnya.

 

Ia menyampaikan beberapa kawasan yang selama puluhan tahun menjadi langganan banjir kini mulai terbebas dari genangan setelah perbaikan sistem drainase dilakukan. “Saya kasih contoh di Pakal, puluhan tahun banjir, 30 tahun bisa selesai. Yang namanya Dukuh Kupang itu lima puluh tahun, hari ini bisa selesai, tidak banjir,” tutur Eri.

 

Pada tahun depan, langkah serupa akan diterapkan di wilayah Sukomanunggal. Eri meminta kerja sama warga agar pembangunan saluran baru berjalan lancar.

 

"Kayak di Kecamatan Sukomanunggal itu (warga) tidak mau dibuatkan saluran, akhirnya banjir. Makanya saya bilang tahun depan (warga) harus mau. Bagaimana camat dan lurah bisa meyakinkan bahwa ketika dibuatkan saluran maka tidak menjadikan banjir,” tegasnya.

 

Eri optimistis rampungnya proyek-proyek drainase tahun ini akan mengurangi kawasan rawan genangan. Ia meminta dukungan warga agar percepatan berjalan sesuai target.

 

Sebagai bagian dari penanganan lapangan, Eri melakukan sidak ke sejumlah lokasi genangan pada Selasa 5 November 2025. Lokasinya antara lain Jalan Jemursari, Sidosermo, Ahmad Yani, Tidar, Embong Malang, dan Tanjungsari.

 

Di Tanjungsari, ia menemukan rumah warga berdiri di atas saluran air sehingga menghambat aliran. “Jangan sampai (bangunan) ada di luar persil. Ini sudah puluhan tahun terus gimana mau bisa menyelesaikan banjir kalau masih ada seperti ini?” ujar Eri.

 

Ia meminta camat dan lurah mengimbau warga menyesuaikan bangunan dengan batas tanah sah. “Kalau salurannya ditutupi rumah, terus gimana ini. Makanya saya minta tolong Pak Camat dan LPMK, kumpulkan warganya, diingatkan rumahnya harus mundur sesuai dengan surat tanahnya,” katanya.

 

Baca Juga: Aturan Ganjil-Genap di Surabaya Masuk Raperda Transportasi, DPRD Wanti-wanti Hal Ini

Eri juga menegaskan larangan pembangunan jembatan pribadi di atas saluran air. "Jangan buat jembatan di sini, akhirnya air yang mengalir ditutupi begini. Sudah dibongkar saja,” katanya.

 

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Surabaya Syamsul Hariadi menyampaikan kondisi serupa juga banyak ditemukan di Tanjungsari. Saluran kecil dan bangunan yang menjorok ke jalan membuat aliran menuju muara tidak lancar.

 

Sebagai solusi, pihaknya akan melebarkan saluran menggunakan box culvert pada tahun depan. Air dari kawasan itu akan dialirkan ke arah timur Jalan Asem Mulya, lalu ke saluran Greges dan Bozem Morokrembangan. “Rencananya tahun depan akan kita lebarkan salurannya,” ujar Syamsul.

 

Ia menjelaskan progres pengerjaan proyek drainase hingga awal November 2025 sudah mencapai sekitar 70 persen. “Untuk saat ini paket-paket pekerjaan drainase itu sudah 70 persen kita selesaikan. Kemudian yang 20 persen selesai di akhir November, sisanya (proyek besar) insyaallah kita selesaikan di Desember,” jelasnya.

 

Pemerintah kota mempercepat seluruh pekerjaan sebelum puncak musim hujan. BMKG memprediksi intensitas hujan tahun ini relatif sama dengan tahun sebelumnya.

 

Selain proyek drainase, pemerintah menguatkan sistem rumah pompa. Saat ini terdapat 76 rumah pompa aktif dan lima unit tambahan akan beroperasi akhir 2025 sehingga total menjadi 81 unit. “Jumlah petugas di setiap rumah pompa bervariasi antara empat hingga delapan orang, tergantung pada ukuran dan kapasitas pompa,” ujar Syamsul.

Baca Juga: Anggaran Dishub Surabaya Naik 2,37 Persen, DPRD Minta Layanan Transportasi Publik Digenjot

 

Pembangunan rumah pompa difokuskan di wilayah selatan seperti Menanggal, Ahmad Yani, Ketintang, Karah, dan Rungkut Menanggal.

 

DSDABM juga rutin berkoordinasi dengan BMKG untuk mendeteksi potensi hujan ekstrem. Informasi prakiraan hujan menjadi acuan menyalakan pompa, membuka pintu air, dan menurunkan satgas. “Biasanya sekitar satu sampai dua jam sebelum hujan turun, kita sudah mendapat peringatan dari BMKG,” katanya.

 

Syamsul menambahkan tumpukan sampah masih menjadi penyebab hambatan aliran di beberapa lokasi. “Ada banyak macam sampah di sana, terutama di saluran Greges yang menuju Bozem Morokrembangan,” ujarnya.

 

Satgas dan petugas rumah pompa disiagakan 24 jam dalam tiga shift untuk menjaga kelancaran aliran. “Kita siagakan Satgas 24 jam,” kata Syamsul.

 

Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan saluran. “Dengan penanganan yang maksimal ini, kami juga meminta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air,” pungkasnya. (ADV)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.

Gudang Minyak Goreng di Kemuning Sidoarjo Ludes Terbakar

Mengenai pemicu amukan api serta estimasi kerugian materiil, pihak Damkarmat Sidoarjo mengaku masih belum bisa memastikannya, begitupun penyebabnya.

Haul Akbar Sidoarjo 2026, Bupati Subandi Ajak Warga Perkuat Moral dan Persatuan

Bupati Sidoarjo Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

Syaiful Mahdi Terpilih jadi Ketum KONI Nganjuk, Berikut Gebrakan yang Disiapkan

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi pun mendorong pengembangan sport center berbasis sport science dengan menggandeng perguruan tinggi dan insan pers.

Wajib Catat, Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Masyarakat pun diimbau untuk lebih cermat memahami daftar layanan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan sebelum mendatangi fasilitas kesehatan.

Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

Dalam penelusuran tersebut, tim Satpol PP Surabaya menemukan pola penjualan order-and-take demi mengelabui razia.