Minggu, 06 Sep 2026 17:54 WIB

Total 61 Korban Tewas, Investigasi Penyebab Ambruknya Ponpes di Sidoarjo Dimulai

selalu.id - Proses pembersihan puing reruntuhan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, rampung pada Selasa (7/10) dini hari. Alat berat yang dikerahkan telah menyelesaikan tugasnya, dan tidak ada lagi aktivitas di lokasi kejadian hingga siang ini.

 

Baca Juga: Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Makam Jumadil Kubro Mojokerto

Tim SAR di bawah koordinasi Basarnas memastikan tidak ada lagi korban jiwa yang ditemukan, menandai berakhirnya operasi SAR. Puing-puing beton dan material bangunan yang sebelumnya menumpuk kini telah diratakan dengan tanah.

 

Dari operasi SAR, tim menemukan 61 jenazah dari balik reruntuhan. Tujuh di antaranya berupa potongan tubuh yang masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Belum dapat dipastikan apakah potongan tubuh tersebut berasal dari dua korban yang masih dalam pencarian berdasarkan data posko darurat. Kepastian akan diperoleh setelah proses identifikasi selesai.

 

Total korban dalam kejadian ini tercatat 165 jiwa. Sebanyak 104 orang dinyatakan selamat, dengan rincian: empat masih dirawat, 99 telah kembali ke rumah, dan satu tidak memerlukan perawatan medis.

 

Dengan berakhirnya operasi SAR, tahap selanjutnya memasuki masa pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menyerahkan peran kepada BPBD Jawa Timur, namun tetap memberi pendampingan.

 

Masa transisi ini mencakup proses identifikasi korban yang masih berlangsung. Dari 61 korban meninggal, 17 jenazah telah teridentifikasi, sementara sisanya masih menunggu hasil DVI.

Baca Juga: Kontainer Tabrak Lima Motor di Pasuruan, 3 Orang Tewas

 

BNPB bersama BPBD Jawa Timur, BPBD Sidoarjo, Dinas Kesehatan, dan Polri memfasilitasi tempat tinggal sementara bagi keluarga korban di tenda pengungsian di RS Bhayangkara, Surabaya. Kebutuhan dasar seperti makanan, layanan kesehatan, dukungan psikososial, peralatan, serta pijat dan bekam juga disediakan.

 

Lokasi kejadian akan disterilkan dari sisa jenazah, limbah, dan zat berbahaya. Dinas Kesehatan dan Pusat Krisis Kesehatan akan memulai disinfeksi serta pembersihan lingkungan hari ini untuk mencegah pencemaran area sekitar.

 

Tim juga akan meninjau tempat pembuangan puing untuk memastikan tidak ada potongan tubuh yang terbawa truk pengangkut.

Baca Juga: Sengaja Lintasi Rel, Pria Misterius Tewas Tertabrak Kereta di Krian

 

BNPB akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk melakukan investigasi dan audit struktur bangunan lain yang masih berdiri. Langkah ini diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

 

Polda Jatim telah membawa sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab runtuhnya musala empat lantai tersebut. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk menggali fakta di lapangan.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.