Rabu, 22 Jul 2026 16:36 WIB

Kader PDIP Surabaya Tuding Wakil Wali Kota Armuji Dugaan Praktik Mafia Tanah YKP

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 18 Jul 2025 10:20 WIB
Mafia tanah ilustrasi
Mafia tanah ilustrasi

selalu.id — Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, menuding Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menempati lahan milik Yayasan Kas Pembangunan (YKP) tanpa kejelasan legalitas.

 

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Tudingan itu disampaikan Achmad lewat sebuah video di akun TikTok @Irma. Dalam unggahan tersebut, Achmad menilai seorang pemimpin seharusnya memberi contoh dengan tidak memanfaatkan aset negara untuk kepentingan pribadi.

 

Achmad menyinggung rumah pribadi Armuji di kawasan Surabaya Timur yang disebutnya berdiri di atas lahan milik YKP. Yayasan tersebut diketahui asetnya telah dikembalikan ke Pemerintah Kota Surabaya.

 

“Sebelum menyelesaikan persoalan tanah warga, harusnya berkaca dulu. Apakah tanah yang ditempati sekarang itu hak milik pribadi? Ternyata itu tanah YKP yang dipakai untuk taman, garasi, dan sebagainya,” kata Achmad.

 

Ia mempertanyakan kejelasan status lahan tersebut. Menurutnya, jika warga biasa yang menyerobot tanah milik pemerintah atau yayasan, maka akan langsung dikenai sanksi.

 

Baca Juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

“Kalau rakyat yang serobot, bisa-bisa langsung ditindak. Tapi ini sudah bertahun-tahun dimanfaatkan tanpa ada perjanjian resmi. Berapa kerugian negara? Ini harus dibuka terang,” ujarnya.

 

Achmad juga menyebutkan, papan bertuliskan “Aset YKP” masih terpasang di sekitar rumah Wakil Wali Kota. Hal itu dinilainya menjadi bukti bahwa lahan tersebut belum berstatus milik pribadi.

 

“Masih ada pelakatnya kok, jelas tertulis aset YKP. Tapi digunakan untuk fasilitas pribadi. Kalau mau menyelesaikan persoalan tanah warga, ya mulai dari diri sendiri dulu,” tandasnya.

Baca Juga: Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji

 

Achmad mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap pemanfaatan aset eks YKP, khususnya yang kini dikuasai pejabat.

 

“Surabaya punya banyak persoalan agraria, dan itu bisa diselesaikan kalau pemimpinnya dulu tuntas urusan tanahnya. Jangan serobot hak publik,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.