Jumat, 25 Sep 2026 21:32 WIB

Kader PDIP Surabaya Tuding Wakil Wali Kota Armuji Dugaan Praktik Mafia Tanah YKP

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 18 Jul 2025 10:20 WIB
Mafia tanah ilustrasi
Mafia tanah ilustrasi

selalu.id — Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, menuding Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menempati lahan milik Yayasan Kas Pembangunan (YKP) tanpa kejelasan legalitas.

 

Baca Juga: Kunjungi Rumah Jokowi dan Usulkan Rehabilitasi, Kader PDIP Surabaya Dipecat

Tudingan itu disampaikan Achmad lewat sebuah video di akun TikTok @Irma. Dalam unggahan tersebut, Achmad menilai seorang pemimpin seharusnya memberi contoh dengan tidak memanfaatkan aset negara untuk kepentingan pribadi.

 

Achmad menyinggung rumah pribadi Armuji di kawasan Surabaya Timur yang disebutnya berdiri di atas lahan milik YKP. Yayasan tersebut diketahui asetnya telah dikembalikan ke Pemerintah Kota Surabaya.

 

“Sebelum menyelesaikan persoalan tanah warga, harusnya berkaca dulu. Apakah tanah yang ditempati sekarang itu hak milik pribadi? Ternyata itu tanah YKP yang dipakai untuk taman, garasi, dan sebagainya,” kata Achmad.

 

Ia mempertanyakan kejelasan status lahan tersebut. Menurutnya, jika warga biasa yang menyerobot tanah milik pemerintah atau yayasan, maka akan langsung dikenai sanksi.

 

Baca Juga: PDIP Jatim Target Rebut Kursi Gubernur di Pilgub 2029

“Kalau rakyat yang serobot, bisa-bisa langsung ditindak. Tapi ini sudah bertahun-tahun dimanfaatkan tanpa ada perjanjian resmi. Berapa kerugian negara? Ini harus dibuka terang,” ujarnya.

 

Achmad juga menyebutkan, papan bertuliskan “Aset YKP” masih terpasang di sekitar rumah Wakil Wali Kota. Hal itu dinilainya menjadi bukti bahwa lahan tersebut belum berstatus milik pribadi.

 

“Masih ada pelakatnya kok, jelas tertulis aset YKP. Tapi digunakan untuk fasilitas pribadi. Kalau mau menyelesaikan persoalan tanah warga, ya mulai dari diri sendiri dulu,” tandasnya.

Baca Juga: Gempa NTT Bikin Kiriman Uang Mahasiswa di Surabaya Tersendat, PDIP Buka Posko Bantuan

 

Achmad mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap pemanfaatan aset eks YKP, khususnya yang kini dikuasai pejabat.

 

“Surabaya punya banyak persoalan agraria, dan itu bisa diselesaikan kalau pemimpinnya dulu tuntas urusan tanahnya. Jangan serobot hak publik,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.

Ketika Energi Bersih Menentukan Masa Depan Industri Indonesia

Dalam pidato pembukaan General Debate pada 22 September, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut dunia sedang menghadapi empat tests of power.

Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla di Lereng Terjal Gunung Limas Ponorogo

Kebakaran yang dilaporkan warga itu menghanguskan sekitar 2 hektare lahan.