Kamis, 06 Agu 2026 14:37 WIB

Pemkot Surabaya Gelar Inovboyo 2025, Ajak Warga Berkontribusi Bangun Kota

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 12 Jun 2025 12:02 WIB
Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad
Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar lomba inovasi tahunan Inovboyo 2025. Program ini mendorong partisipasi masyarakat dan perangkat daerah dalam menciptakan solusi bagi pembangunan kota.

 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa setiap inovasi yang dilombakan diharapkan berdampak langsung pada pelayanan publik dan kesejahteraan warga.

 

“Inovasi di Surabaya bukan hanya soal teknologi, tapi dampaknya. Misalnya bisa mempercepat pelayanan, mengurangi kemiskinan, atau bahkan menurunkan angka stunting,” ujar Eri, Kamis (12/6/2025).

 

Ia menekankan bahwa ide yang dikirim harus menjawab tujuh isu prioritas kota, yaitu pengentasan kemiskinan, penurunan angka stunting dan pengangguran, pengurangan ketimpangan, penurunan angka kematian ibu dan anak, serta peningkatan IPM dan ekonomi.

 

“Jadi bukan sekadar canggih, tapi juga solutif. Inovasi harus menjawab masalah kota dan mengubah hidup masyarakat jadi lebih baik,” tambahnya.

 

Lomba ini terbuka untuk masyarakat umum, pelajar, dan perangkat daerah. Pemkot mendorong generasi muda untuk terlibat aktif. “Kami ingin tahu, apa yang ingin dilakukan anak muda untuk Surabaya? Mereka punya energi besar,” kata Eri.

 

Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa tema Inovboyo 2025 adalah “Inovasi untuk Peningkatan Infrastruktur dan Mitigasi Bencana.” Namun cakupan kategori lebih luas, mulai dari digital, agribisnis, energi terbarukan, hingga sosial budaya.

 

Untuk pelajar, tersedia sub-kategori Inovboyo Young Heroes. Sementara perangkat daerah akan bersaing dalam tiga jalur: tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan inovasi sesuai tugas pokok.

 

“Inovboyo bukan hanya kompetisi, tapi gerakan kolaboratif. Tujuan utamanya menjadikan Surabaya kota inovatif yang berkelanjutan,” kata Irvan.

 

Pemenang lomba akan mendapatkan hadiah uang pembinaan, trofi, piagam, dan kesempatan implementasi ide oleh Pemkot Surabaya.

 

“Kalau idenya bagus dan aplikatif, bisa langsung diintegrasikan ke program kota. Ini kesempatan langka bagi warga untuk benar-benar ikut membangun kota,” ujar Irvan.

 

Pemenang juga akan mendapat pendampingan, jejaring dengan pemangku kebijakan, serta eksposur media.

 

Pendaftaran dan pelaksanaan lomba akan dimulai 17 Juni 2025. Penilaian dilakukan oleh tim juri dari akademisi, BRIDA Pemprov Jatim, dan Kemendagri.

 

“Inovboyo adalah gerakan bersama. Ini bagian dari perjalanan menuju Surabaya 2050: kota yang cerdas, adil, dan berkelanjutan,” pungkas Irvan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bupati Gus Barra Pimpin Razia Rokok Ilegal di Pasar Sawahan Mojokerto, Ratusan Ribu Batang Disita

Gus Barra menegaskan bahwa langkah kolaboratif ini merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam melindungi penerimaan negara.

DPRD dan Pemprov Jatim Sahkan KUA-PPAS P-APBD 2026, Kejar Target IKU hingga Pokir

Penyesuaian target pendapatan nantinya akan digodok matang bersama komisi membidangi agar presisi dengan potensi riil tiap sektor penerimaan daerah.

Gempur Miras Ilegal di Sidoarjo: 3 Penjual Diseret ke Sidang Tipiring, Didenda hingga Rp1 Juta

Tak berhenti pada sanksi denda, seluruh barang bukti miras yang disita dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dijadwalkan bakal dimusnahkan.

Sikat Premanisme, Polrestabes Surabaya Tahan Tiga Tersangka Penyerobot Ruko LeIang

Proses penyidikan saat ini masih terus berjalan untuk membongkar keterlibatan aktor lain di balik aksi penyerobotan tersebut.

DVI Polda Jatim Kembali Identifikasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, Total 4 Jenazah Sudah Diserahkan

Dengan penyerahan ini, Tim DVI Polda Jatim tercatat telah menyerahkan total empat jenazah teridentifikasi kepada pihak keluarga.

Banyak Mahasiswa Berprestasi di Surabaya Terancam Gagal Beasiswa, DPRD Desak Dinsos Benahi Data Desil

Salah satu kasus yang jadi perhatian adalah seorang mahasiswi di kawasan Wonokromo yang terancam menghentikan kuliahnya meski memiliki prestasi akademik tinggi.