selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta kepada seluruh kader kesehatan, lurah, dan camat untuk berinovasi, terhadap penyesuaian nilai gizi makanan. Yakni, penyesuaian gizi pada camilan balita stunting di Kota Surabaya.
Orangtua balita stunting rata-rata kesulitan untuk membujuk anaknya untuk makan. Disebutkan anak-anak tersebut lebih memilih memakan camilan atau buah-buahan, ketimbang memakan makanan berat atau karbohidrat.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
"Makanan harus diberikan variasi agar anak-anak mau makan, bisa cemilannya dengan biskuit, buah-buahan, atau bahkan nugget sayuran. Nanti harus dipastikan juga nilai gizinya untuk anak," pesan Eri kepada pendamping kesehatan, lurah, dan camat usai mengunjungi dua anak balita stunting di Kelurahan Kertajaya, kemarin, Senin (27/12/2021).
Tak hanya itu, Eri juga memberikan pesan kepada para orangtua dari balita stunting, untuk ikut menjaga kesehatan anak, dengan tidak merokok. Serta memperhatikan pola makan dengan aktivitas anak sehari-hari.
"Karena ada yang susah makan, tapi dia sangat enerjik, jadi diperlukan perhatian lebih. Kemudian vitamin ini juga harus diminum secara rutin, harapannya InsyaAllah satu bulan anak-anak bisa lulus stunting," ujar dia.
Sementara itu, Kader Kesehatan Kelurahan Kertajaya, Lilik Sundari menerangkan, pihaknya selalu melakukan pendampingan dan pemantauan secara maksimal, dengan mendatangi ruma balita stunting selama dua hari sekali.
"Meninjau bagaimana anak itu makan dari permakanan yang kita kirimkan, dimakan atau tidak. Kalau tidak dimakan atau tidak habis, maka kita akan ganti dengan menu yang lainnya dengan menyesuaikan dengan kebutuhan gizi anak tersebut," terang Lilik.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Lilik mengaku, bahwa pihaknya juga bekerjasama dengan Bidan Kelurahan (Bikel) beserta bagian gizi, untuk melakukan pengecekan setiap satu minggu sekali, yakni mengacu pada tinggi dan berat badan anak.
"Kita cek perkembangan anak tersebut dan juga mengirimkan vitamin dan sisi. Jadi di Kelurahan Kertajaya ini ada 8 anak stunting, tapi 1 anak telah lulus, maka totalnya menjadi 7 anak," jelas dia.
Salah satu orang tua balita stunting di Kelurahan Kertajaya, Vera Astri mengaku senang karena mendapat perhatian dari Pemkot Surabaya. Dia merasa terbantu dengan perhatian Pemerintah Kota Surabaya terhadap anaknya.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
"Saya sangat berterima kasih atas perhatian dan kedatangan Pak Eri Cahyadi, semoga kedepannya Surabaya bisa menjadi kota yang lebih maju dan bebas stunting," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi