Gempa Magnitudo 5,3 di Jember Akibat Aktivitas Lempeng

Reporter : Ade Resty
Gempa di Jember. Foto: Screenshoot Instagram BMKG

Surabaya (selalu.id) - Gempa bumi magnitudo 5,3 yang menguncang wilayah selatan Jawa Timur dan Bali memiliki mekanisme pergerakan mendatar atau strike slip. Hal ini diungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, Senin (13/12/2021).

Setiyo Prayitno, menyampaikan, bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng.

Baca juga: Gotong Royong Holding Kawasan Industri, SIER Himpun dan Salurkan Bantuan Rp423 Juta untuk Korban Gempa NTT

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar ( strike slip )," ujar Bambang, dalam keterangan rilisnya.

Setiyo menyebut, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami dan mengimbau masyarakat tidak panik, namun harus tetap waspada pada bangunan-bangunan yang retak.

Baca juga: Perayaan Kemerdekaan di Sidoarjo Diwarnai Aksi Peduli Korban Gempa NTT

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," ujarnya.

Seperti diberitakan, gempa berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Jember pada pukul 12.46 WIB. getaran dari gempa tersebut dapat dirasakan di beberapa wilayah diantaranya Denpasar, Kuta Utara, Karangasem, Pacitan, Trengalek, Lumajang, Blitar, Banyuwangi, Bondowoso hingga Malang. (Ade/SL1)

Baca juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

 

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru