Surabaya (selalu.id) - Gempa bumi magnitudo 5,3 yang menguncang wilayah selatan Jawa Timur dan Bali memiliki mekanisme pergerakan mendatar atau strike slip. Hal ini diungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, Senin (13/12/2021).
Setiyo Prayitno, menyampaikan, bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng.
Baca juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar ( strike slip )," ujar Bambang, dalam keterangan rilisnya.
Setiyo menyebut, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami dan mengimbau masyarakat tidak panik, namun harus tetap waspada pada bangunan-bangunan yang retak.
Baca juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," ujarnya.
Seperti diberitakan, gempa berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Jember pada pukul 12.46 WIB. getaran dari gempa tersebut dapat dirasakan di beberapa wilayah diantaranya Denpasar, Kuta Utara, Karangasem, Pacitan, Trengalek, Lumajang, Blitar, Banyuwangi, Bondowoso hingga Malang. (Ade/SL1)
Baca juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau
Editor : Redaksi