National Hospital Resmikan Pelayanan Indonesia Brain Tumor Solution

Reporter : Ade Resty
Indonesia Brain Tumor Solution

selalu.id - National Hospital meresmikan pusat pelayanan dan penanganan tumor otak di Indonesia yakni Indonesia Brain Tumor Solution, pada Senin (9/10/2023) kemarin.

Dokter Bedah Saraf RSUD dr Soetomo dan National Hospital Surabaya, Dr dr Irwan Barlian Immadoel mengatakan bahwa kasus tumor otak ditemukan sangat banyak di Indonesia.

Sebab itu, pihaknya membuat pusat pelayanan tumor otak yang selama ini penanganan belum komprehensif atau masih belum maksimal.

"Kami coba untuk membuat pelayanan lebih komprehensif, lebih maksimal, dengan teknik teknik operasi yang baru, dengan alat alat yang baru supaya outcome atau keluaran pasien survivor meningkat untuk masyarakat Indonesia," kata dr Irwan, saat ditemui selalu.id, di Nation Hospital, Surabaya, Selasa (10/10/2023).

Ia menyebut, banyak pasien tumor otak yang datang ke rumah sakit, contohnya RSU dr Soetomo. Ia menyebut sekitar 5 sampai 10 pasien per hari. Sedangkan, dalam sehari yang ditangani hanya sedikit.

"Ruangan operasi dan tenaga terbatas, sehingga memang harus membuat tempat yang mampu melakukan tindakan yang baik untuk pasien dan bisa dikerjakan di tempat operasi seperti itu," terangnya.

Dengan adanya Indonesia Brain Tumor Solution, menjadi salah satu pusat pelayanan dan penanganan tumor otak di Indonesia yang ada di National Hospital.

Pelayanan ini, kata dia, diharapkan menjadi salah satu rujukan penanganan tumor otak di Indonesia, khususnya Indonesia timur.

"Kami berharap layanan ini bisa meningkatkan keluaran pasien tingkat survivor ratenya dan tingkat safety. Setelah operasi tidak ada komplikasi hubungan dengan kecacatan atau kondisi lebih buruk dari sebelumnya. Kami memulai sejak 2018. Bedanya yang jelas pasti lebih komprehensif, alat alat lebih mutakhir terbaru dan timnya dari segi dokter lebih berpengalaman," urainya.

Alat yang rutin digunakan saat ini dengan memakai mikroskop, melihat tumor yang kecil dan dalam, agar terlibat lebih jelas dan besar. Karena, bila dilihat dengan mata telanjang tidak terlihat jelas.

"Mikroskop yang berkualitas baik, tumor tidak jelas jadi lebih jelas. Kemudian ada alat intraoperatif monitoring yang memakai untuk memonitoring fungsi semua saraf. Sepanjang operasi saraf akan dimonitor, kami lihat kalau tumor mengenai area motorik, misal maka akan dipantau, sehingga bisa tahu apakah jelek atau tidak," katanya.

Tanpa alat itu, dokter akan mengira-ngira apakah tumor sudah sampai di saraf motorik atau belum. Mengira-ngira bisa salah dan bisa betul, ketika salah bisa berdampak fatal dan akan terjadi gangguan motorik.

"Kami punya alat minimal invasif endoskopi bisa operasi melalui hidung yang bisa menunjukkan tumor tumor tertentu. Minimal invasif teknik yang dipakai sesuai indikasi pasien," pungkasnya.

Sementara itu, CEO National Hospital Ang Hoey Tiong mengatakan, National Hospital juga memiliki beberapa Center of Excellence lainnya. Center of Excellence itu didirikan untuk menjawab kebutuhan medis dan layanan yang lebih komprehensif bagi pasien.

Seperti NH-DAPS yang tidak hanya menangani estetik tapi juga untuk rekonstruksi hingga plastic surgery, Stroke and Rehabilitation Center membantu pasien terutama pasien pasca-stroke dengan rehabilitasi medik yang menggunakan teknologi robotik.

Surabaya Neuro Science yang berfokus terhadap pelayanan bedah saraf mulai dari epilepsi hingga parkinson

"Kami berharap, Indonesia Brain Tumor Solution ini menjadi seperti oase di gurun pasir Saya meyakini, Indonesia Brain Tumor Solution bisa membantu banyak orang khususnya suvivor tumor otak untuk mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif melalui peralatan peralatan canggih di National Hospital," ujar Ang Hoey Tiong.

Baca juga: Potret Keluarga Pasien Tidur di Pelataran RSUD Soewandhie Jadi Sorotan Dewan

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru