selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendaftarkan peringatan Hari perobekan bendera Belanda 19 November 1945 di gedung Hotel Majapahit (dulu Yamato) ke agenda tahunan nasional.
Eri Cahyadi mengatakan bahwa yang didaftarkan tak hanya Hari Peristiwa Perobekan Bendera Belanda saja, namun juga sekaligus event-event lain seperti Parade Bunga dan Rujak Uleg.
Baca juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya
"Salah satunya (Hari perobekan bendera Belanda) jadi kita daftarkan ini dan parade bunga. Semoga banyak yang masuk dari kalendernya pariwisata. Ya selain dari rujak uleg nanti,"kata Eri, usai acara teatrikal peristiwa perobekan bendera, di Hotel Majapahit, Minggu (17/9/2023).
Meski begitu, Eri menjelaskan pengajuan Hari Perobekan Bendera Belanda ke kelender Event Nasional itu harus melalui koreksi oleh Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Baca juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan
"Sudah daftar ya, tapi kan dikoreksi dulu," ujar Eri.
Eri mencontohkan koreksi dari pusat misalnya saat mendaftarkan event Rujak Uleg, diminta untuk digelar lebih dari sehari.
Baca juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider
"Kemarin Rujak Uleg kalau bisa jangan dibuat sehari. Tapi tiga hari, jadi permintaan dari Kementerian. Jadi kita pindah tempat pasti ya agar tiga hari banyak yang datang,"ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemkot Surabaya telah menggelar teatrikal Peristiwa Perobekan Bendera Belanda, hari ini, Minggu (17/9/2023). Ribuan masyarakat baik dari Surabaya maupun luar kota antusias menyaksikan momen tersebut. Bahkan, warga asing dari mancanegara.
Editor : Arif Ardianto