Wali Kota Eri Bandingkan Penanganan Banjir Mulai Jaman Bambang DH, Risma hingga Dirinya

Reporter : Ade Resty
Wali Kota Eri Cahyadi

Selalu.id - Dua pekan lalu, Surabaya dilanda hujan lebat yang mengakibatkan banjir di beberapa wilayah, yang terparah adalah kawasan Mayjen Sungkono.

Banjir di kawasan Mayjen Sungkono, Jumat (28/4/2023) lalu mencapai 60 cm dan berdampak pada arus lalu lintas lumpuh total dan puluhan kendaraan terendam.

Penyebab banjir pun sudah dikonfirmasi secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yakni dikarenakan salah satu tanggul sungai di Surabaya jebol sebab pondasi yang telah rapuh hingga tak kuat menahan debit air yang bertambah karena curah hujan tinggi.

Terkait hal itu pun, keputusan sulit harus diambil oleh pihak Pemerintah Kota Surabaya, yakni dengan mengalirkan air tumpahan tanggul ke jalan raya (jalanan Mayjen Sungkono, red) untuk menghindari kerusakan yang lebih parah jika air dibiarkan menerjang kawasan sekitar tanggul yang merupakan perkampungan padat penduduk.

"Karena itu, saya mohon maaf harus mengambil keputusan mengalirkan air ke jalanan daripada ke rumah warga.
Karena curah hujan yang tinggi, tadi pelapis tanggul sungai di kawasan Kembang Kuning jebol sekitar 20 meter," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dikutip dari instagram pribadinya @/ericahyadi_, Jumat (28/4/2023).

Saat itupun Eri memastikan Pemkot bergerak cepat untuk mengatasi banjir dan mengupayakan air surut dengan cepat. Dalam kilas balik peristiwa saat itu, hampir semua titik banjir berhasil disurutkan dengan cepat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya Laksita Rini Sevriani menjelaskan bahwa pihak terkait telah berkoordinasi dengan baik untuk berupaya melakukan penyurutan banjir tersebut.

"Gak sampai 10 menit semua sudah surut, bahkan yang di Kupang Indah cuma butuh waktu 2 menit," ujarnya, (28/4/2023) lalu.

Terkait hal itu, Wali Kota pun menceritakan bagaimanan penanganan banjir pada masa kepemimpinan beberapa Wali Kota sebelumnya yakni Bambang DH hingga Tri Rimasharini.

Eri mengungkapkan selama kepimpinananya menjabat sebagai Wali Kota tidak ada banjir di Surabaya. Hal itu berlandaskan pada penangangan penyurutan air yang dibawah 30 menit masih dalam definisi genangan.

"Kalau dikatakan banjir pasti lebih dari 30 menit. Surabaya tidak ada banjir, karena sebelum 30 menit sudah hilang," kata Eri, Rabu (10/5/2023).

Dalam penanganan banjir yang lebih pro aktif, Eri membuat kebijakan dengan membentuk Forum Komunikasi (Forkom) Kelurahan dan Kecamatan di grup Whatshapp guna melaporkan seluruh permasalahan masyarakat termasuk banjir.

"Saya berani membuat grup Forkom jadi kalau ada banjir, infonya langsung masukin grup Forkom. Mana ada Wali Kota yang berani wani melakukan itu? Jaman siapa?. Kan kalau gini semua laporan jadi masuk semua, jadi lebih tahu situasi sebenarnya di lapangan," ujar Eri.

"Orang yang gak ngerti ngomong jaman Pak Eri banjir kabeh (semua). Padahal saya tanya pak RT ini banjir sejak kapan? Sebelum saya lahir pak bilangnya 1980. Tapi kenapa dulu jika terjadi banjir di perkampungan tidak pernah disampaikan," sambungnya.

Di jaman Wali Kota Bambang DH, Eri menyampaikan, penanganan banjir bisa mencapai satu hingga dua jam. Sementara, di jaman Wali Kota Tri Rismaharini genangan surut dalam waktu 30 menit.

"Lek aku gak gelem 30 menit aku pinginnya, ketika hujan gak ada genangan. Tapi kalau saya niru Bu Risma ya sampai 30 menit hilang, dulu bicaranya begitu lama genangan. Kalau saya gak mau demikian, bukan masalah cepat atau lama surut genangannya. Saya nol genangan," tegasnya. (Ade/Adg)

Baca juga: Wali Kota Eri Datangi Rumah Ibu Ojol Viral, Ajak Ubah Nasib Lewat Padat Karya

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru