Festival Rujak Uleg Surabaya Diprotes, Warga Sebut Pesta Pejabat, Ini Alasannya

Reporter : Ade Resty
Antrian masyarakat yang ingin menghadiri Festival Rujak Uleg Surabaya

selalu.id - Seperti tahun-tahun sebelumnya, menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 730, Pemerintah Kota menggelar agenda pesta tahunan rakyat, salah satunya Festival Rujak Uleg Surabaya.

Penggelaran Festival Rujak Uleg itu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2022 dan 2023 festival rangkainnya HJKS itu digelar di Kembang Jepun kya-kya.

Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Festival yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) digelar pada Sabtu (6/5/2023) kemarin dan mendapat protes dari masyarakat yang datang langsung di acara tersebut.

Sejumlah netizen protes dan berkeluh kesah membagi kekecewaannya saat menghadiri festival rujak uleg. Pada saat pembukaan, Festival tersebut digelar terbatas hanya untuk tamu undangan dan beberapa pejabat saja. Dibatasi pagar dari besi antara lokasi pembukaan dengan lokasi lainnya. Masyarakat yang antusias mendatangi festival tahunan tersebut harus berdesakan lantaran tidak bisa memasuki lokasi. Masyarakat yang bukan tamu undangan dilarang mendekati lokasi pembukaan.

Disediakan layar besar untuk menonton seremoni pembukaan acara Festival Rujak Uleg.

Salah satu akun Tiktok my journey menceritakan pengalamannya saat menyaksikan Festival Rujak Uleg itu, Ia menyebut warga tidak masuk ke area sekitar panggung, namun yang diperbolehkan hanya pejabat dan tamu undangan saja.

"Aku kaget banget ternyata begini acaranya. Warga gak boleh melbu. Jadi warga ini gak boleh melbu mek amping-amping (berharap) tok, yang boleh hanya pejabat dan undangan. Iki awak ndewe gak boleh melbu,"kata akun TikTok my journey itu, diposting, Minggu (7/5/2023).

Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Akun tersebut juga mengungkapkan bahwa ribuan masyarakat awalnya antusias menghadiri Festival itu. Namun antusias tersebut berubah saat masyarakat berdesak-desakan ingin sekedar melihat acara Festival tahunan khas Surabaya tersebut. Bahkan, ada yang pingsan lantaran lemas.

"Jadi ada emak yang kehilangan kesadaran, ada yang semaput (pingsan). Ada ibu-ibu lansia dia pingin banget melbu (masuk) tapi wes lemes, akhirnya lungguh (duduk) disitu. Bayangno wong tuwo didesek wong wong yaopo? (Bayangkan orang tua didesak orang-orang gimana). Aku mengusahakan ke satpol PP dan BPBD tapi yang kacamata ( petugas ditunjuk) gak boleh, katanya ini aturan. gendeng (gila),"ujarnya.

Padahal, lanjut akun tersebut bahwa warga yang ingin masuk ke dalam festival hanya ingin berpartisipasi untuk meramaikan Ulang Tahun Kota Surabaya.

"Ini warga pingin masuk tidak hanya sekedar makan rujak uleg gratis. Awakdewe (kita) ini ingin berpartisipasi meramaikan ulang tahun Kota Surabaya bentuk rasa cinta awak dewe,"tuturnya.

Baca juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Yang pejabat, panitia seng kate melbu (mau masuk) lewat sini (batas pagar) ndusel (mendesak) wong-wong (penonton). Mereka lewat geser sana sini. Ayolah ini pesta rakyat bukan pesta pejabat,"tegasnya.

Salah satu netizen juga berkomentar "aku sudah merasakan tahun kemarin wes kapok aku. Biarlah pejabat dan jajaranya aja yang merayakan kita cuma bisa mendoakan semoga Surabaya tetap jaya,"ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya memberikan penjelasan bahwa diberlakukannya pagar pembatas agar Festival tersebut berjalan dengan tertib dan rapi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru