Selalu.id - Terlihatnya hilal atau bulan sabit pertama pada kalender Islam menjadi penentu apakah hari selanjutnya adalah Hari Raya Idul Fitri atau belum.
Baca juga: Pantau Puluhan Titik Hilal di Jatim, NU Prediksi 1 Syawal Jatuh Besok
Untuk itu, Kementerian Agama Surabaya menyebut bahwa pihaknya sudah melakukan pemantauan hilal untuk menentukan Hari Raya Idul Fitir 1444 Hijiriah di rooftop Apartment One Icon Risidence Surabaya, Tunjungan Plaza 6, Kamis (20/4/2023). Namun, hasilnya tidak terlihat.
Kepala Kemenag Kota Surabaya, Dr KH Pardi mengatakan dari peroleh pemantauan hilal di Surabaya tidak bisa terlihat karena kondisi cuaca mendung dan elongasi cukup pendek waktunya hanya 2,28 derajat.
"Sehingga sekian sehingga tidak memungkinkan untuk dilihat, ini efek cuaca. Sudut di One Icon sebesar 2.28 derajat lebih dikit," kata KH Pardi kepada selalu.id.
Meski tak terlihat, Pardi menjelaskan penentuan hari lebaran di umumkan pemerintah pusat. Apalagi, pihaknya juga menungga pantuan 37 titik tempat lainnya di Jawa Timur apakah terlihat atau tidak.
"Digabungkan dengan pantuan hilal dari seluruh Indonesia dan penentuan sidang isbat yang dilaksanakan jam 19.00 WIB. Kita tentu menghargai perbedaan ada yang menetapkan besok karena hasil. Kalau lihat itu kemungkinan raya jatuh hari Sabtu," ujarnya.
Dari hasil sementara di Jawa Timur, kata KH Pardi, masing-masing wilayah sudah melaporkan. Berdasarkan itu ia memastikan Jatim belum ada tanda tanda terlihat hilal.
"Masing-masing masih melaporkan. Sepanjang yang saya tahu sampai detik ini di Jatim belum ada yang terlihat," jelasnya.
Di sisi lain, Pardi menambahkan bahwa besok 100 tempar di Surabaya sudah melaksanakan Salat Id. Pihaknya pun sudah koordinas dengan Kemenag dan berjalan dengan baik.
"101 tempat itu muhammadiyah. Di titik-titik yang sudah dilaporkan diijinkan oleh pemangku tempar itu jadi gak ada persoalan," pungkasnya. (Ade)
Baca juga: Ini 35 Titik Pemantauan Hilal di Jawa Timur, Surabaya di Twin Tower B UINSA (OASA)
Editor : Ading