selalu.id - Acara pembukan Festival Pendalungan di Alun-alun Kota Probolinggo berujung kericuhan dan menimbulkan korban pengeroyokan pada Rabu (8/2/2023) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. kedua korban yang menjadi pengeroyokan tersebut yakni Zulfikar, warga kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok dan Bayu warga Jalan Raya Mastrib.
Baca juga: Komplotan Maling Sapi Tertangkap di Probolinggo
Menurut Zulfikar korban yang mengalami luka dibagian wajah sebelah kanan mengaku dirinya saat itu bersama temannya sedang berada di belakang panggung, namun tiba-tiba kericuhan penonton pecah dari arah selatan. Saat bersamaan, tiba-tiba datang segerombolan pemuda sekitar 10 orang menjambak rambut temannya. Lantas dirinya mencoba melerai aksi itu.
"Tetapi justru saya yang diserang oleh mereka bahkan mereka juga mengacungkan sebilah celurit dan menyabetkannya ke tangan saya,"katanya saat di Mapolres Probolinggo Kota.
Baca juga: Hujan Meluas, Delapan Kecamatan di Probolinggo Terendam Banjir
Bahkan segerombolan pemuda yang terlibat dalam kericuhan itu juga menyeret Zulfikar beberapa meter dari lokasi pengeroyokan.
"Untungnya petugas kepolisian langsung sigap melakukan pengamanan sehingga mereka langsung kabur," tegasnya.
Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Dua Desa di Probolinggo Terendam Banjir
Sementara itu Kabag Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah mengatakan, kejadian tersebut bermula dari adanya senggolan antar penonton musik dangdut dalam acara Festival Pendalungan dan berujung kericuhan.
"Kedua pemuda ini langsung diamankan untuk dimintai keterangan," jelas Iptu Zainullah. (Fud/SL1)
Editor : Redaksi