selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Work Form Home (WFH) untuk para pekerja kantoran, dan kegiatan belajar mengajar secara daring (online) bagi siswa sekolah pada puncak Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), Selasa (7/2/2023) besok.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, penerapan WFH dan sekolah daring tersebut menindaklajuti Surat Edaran (SE) dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
"Jadi wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik untuk sekolah daring, untuk pekerja kantor WFH. Beberapa Dinas tetap masuk,"kata Eri.
Eri mengatakan, penerapan WFH tersebut guna mengurangi kemacetan arus lalu lintas. Bahkan, para peserta banyak menginap di daerah Sidoarjo untuk menghindari macet dan keterlambatan saat menuju Stadion Delta.
"Sehingga ini mengurangi arus lalu lintas, karena pasti macet besok. Surabaya sudah macet loh ini, kan banyak yang menginap juga di Surabaya meskipun acaranya di Sidoarjo,"ujar Eri.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Eri mengaku sangat mendukung kegiatan momen harlah 1 abad NU. Sehingga, semua diliburkan dengan harapan acara itu lancar dan mendapatkan berkah. Menurutnya, kota Surabaya juga mendapatkan berkah di kegiatan 1 abad NU, lantaran Surabaya merasakan dampak ekonomi dari acara tersebut, salah satunya hotel dan restoran penuh.
"Alhamdulillah hotel dan tempat makannya penuh semua,"terangnya.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Ikhsan menambahkan, para peserta masyarakat maupun ustaz dan ustazah akan berangkat dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, dari terminal Joyoboyo.
"Pemberangkatan insyaallah aman karena pagi jam 3.00 WIB, pulangnya menyesuaikan,"pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi