Reses di Rungkut Lor Arif Fathoni Disambati Soal Kondisi Balai RW

Reporter : Ade Resty
Arif Fathoni saat reses di Rungkut Lor, Surabaya

selalu.id - Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya, Arif Fathoni disambati warga terkait fasilitas masyarakat yang membutuhkan intervensi pemerintah untuk beberapa perbaikan dan pengembangan. Hal ini terungkap saat Toni, sapaan akrab Arif Fathoni menggelar reses di wilayah Rungkut Lor, Rabu (25/1/2023).

Lukman salah satu warga mengatakan, kondisi Balai RW di Rungkut Lor membutuhkan intervensi pemerintah untuk diperbaiki, karena disamping dipakai untuk kegiatan masyarakat, Balai RW juga dipakai PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini)

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Mendapati hal ini, Arif Fathoni menjelaskan, bahwa sebagian besar balai RW yang ada Surabaya memang membutuhkan intervensi pemerintah, namun terkendala karena alas hak, sehingga tidak bisa masuk dalam program APBD. Padahal balai-balai RW juga berfungsi sebagai tempat proses belajar mengajar PAUD, artinya balai RW juga berfungsi sebagai tempat mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan tujuan bernegara.

Mencari solusi atas persoalan ini, Toni berharap agar perusahaan-perusahaan di wilayah Rungkut dapat berpartisipasi dengan menggunakan CSR nya untuk melakukan renovasi sehingga menjadi layak untuk kegiatan warga maupun proses belajar mengajar anak-anak PAUD.

"Saya berharap Mas Walikota Surabaya bisa berdiskusi dengan perusahaan-perusahaan agar menggunakan CSR nya salah satunya untuk merenovasi balai RW yang dipakai untuk kegiatan belajar mengajar PAUD di kota Surabaya," ujarnya.

Lebih spesifik, Toni meminta salah satu PT yang bergerak di bidang perumahan dan sudah diambil alih oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk turun tangan mewujudkan harapan masyarakat.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Saya berharap PT YeKaPe yang telah diakuisi oleh Pemkot juga berkontribusi memberikan CSR nya untuk terlibat dalam proses renovasi Balai RW yang ada di Kecamatan Rungkut dan Gunung Anyar, agar warga bisa merasakan manfaatnya ketika YKP dan PT YeKaPe sudah diambil alih oleh Pemkot.

"Mereka( PT YeKaPe) selama ini sudah meraih banyak keuntungan ketika menjalankan bisnis perumahan di Rungkut dan Gunung Anyar, agar ada diferensiasi sebelum dan sesudah diakuisisi oleh Pemkot, saya berharap Pemkot bisa memerintahkan PT YeKaPe untuk menggunakan dana CSR nya guna mendukung tujuan bernegara yakni mencerdaskan kehidupan bangsa," pintanya.

Toni melihat belum ada upaya maksimal yang dilakukan perusahaan di wilayah tersebut untuk membantu masyarakat, padahal perusahaan tersebut telah meraih banyak keuntungan dengan melakukan tindakan usaha di wilayah tersebut.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

"Meskipun sudah ada perda tentang tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan, namun pelaksanaannya masih belum maksimal karena masih belum jelas antara pelaksanaan CSR dengan bantuan pihak kedua dalam pembangunan di kota Surabaya," bebernya.

"Rungkut ini banyak korporasi nasional bahkan internasional, namun pelaksanaan CSR nya hanya berfokus pada hal-hal yang kurang subtansial. Saya berharap renovasi balai RW yang juga berfungsi sebagai tempat proses belajar mengajar PAUD juga bisa menjadi skala prioritas pelaksanaan CSR. Agar industrialisasi yang ada bisa dirasakan kemanfaatannya untuk masyarakat setempat," pungkasnya. (SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru