selalu.id - Pemkot Surabaya telah memasang ribuan stiker Keluarga Miskin di rumah-rumah warga penerima manfaat. Sebanyak 75.069 KK (Kartu Keluarga) atau 219.427 jiwa yang ditempel stiker tersebut. Namun, ada penolakan saat penempelan stiker tersebut.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, Anna Fajriatin mengatakan, pihak kelurahan ataupun kecamatan telah melaporkan ada warga yang menolak rumahnya ditempeli stiker.
Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
Padahal, Anna mengatakan secara otomatis jika menolak, mereka tidak mendapatkan bantuan atau intervensi dari pemerintah, sehingga di periode selanjutnya warga tersebut akan diusulkan penghapusan dari Keluarga Miskin.
"Tapi, tidak sedikit juga yang berbondong-bondong ke kantor Dinsos untuk mendaftarkan diri atau keluarganya sebagai Keluarga Miskin. Bahkan, mereka juga meminta rumahnya segera ditempeli stiker Keluarga Miskin itu. Jadi, kalau keluarga tersebut memang tidak mampu, maka dia akan sangat bersyukur ditempeli stiker ini," kata Anna, Jumat (18/1/2023).
Anna juga memastikan bahwa kebijakan Pemkot Surabaya untuk menempeli stiker rumah warga miskin sangat diapresiasi oleh BPS.
Pasalnya, ketika QR Code yang ada di stiker itu discan, akan muncul bantuan apa saja yang telah diterima oleh keluarga tersebut.
Sehingga apabila ada survey yang dilakukan oleh BPS, lalu rumah warga miskin itu kebetulan tidak ada orangnya, maka petugas BPS cukup scan barcode di stiker itu lalu akan muncul bantuan yang diterima oleh keluarga itu.
Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
"Di samping itu, ke depannya semua bantuan dan intervensi yang sudah dilakukan dan akan dilakukan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi dan Pemkot Surabaya akan berpedoman pada data Keluarga Miskin tersebut. Apalagi sudah ada Surat Edaran Sekda bahwa semua intervensi harus mengacu pada data tersebut," tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berkomitmen untuk terus mengentas kemiskinan di Kota Surabaya. Dalam jangka waktu satu tahun ke depan, sebanyak 75.069 KK itu ditargetkannya segera bisa lepas dari garis kemiskinan.
"Targetnya satu tahun. Kita bergerak bersama dengan RW-nya. Karena saya ingin membangun Surabaya ini dengan guyub rukun," ujar dia.
Baca juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Intervensi yang diberikan pemkot, Eri menjelaskan, tak hanya dilakukan kepada warga miskin. Namun juga dilakukan terhadap warga yang rentan atau pra miskin.
Kata dia, kategori ini mendapatkan intervensi yang sama seperti bantuan seragam, sekolah gratis, BPJS Kesehatan hingga pekerjaan.
"Kita sentuh juga yang rentan miskin atau pra miskin agar tidak menjadi miskin. Tapi, kalau keluarga miskin, kita berikan tambahan seperti bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) dan macam-macam," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi