PAD Parkir Surabaya Tak Capai Target!

Reporter : Ade Resty
Kepala Dishub Surabaya, Tundjung Iswandaru

selalu.id - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terkait parkir menurun dari target. Hanya tercapai Rp 18 miliar dari target Rp 35 miliar.

Kepala Dishub Surabaya, Tundjung Iswandaru mengatakan bahwa penurunan PAD hal yang biasanya karena berdampak dari pandemi Covid-19.

Baca juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

"Kalau dibandingkan tahun kemarin penurunan PAD parkir cukup lumayan. Ya sekitar 40 persen. Tapi lebih baik daripada covid kemarin,"kata Tundjung, Rabu (11/1/2023).

Tundjung menjelaskan, untuk PAD selanjutnya di tahun 2023. Dishub Surabaya menargetkan Rp 32 Miliar. Jumlah tersebut turun Rp 3 Miliar dibandingkan tahun sebelumnya 2022.

Sebab itu, pihaknya akan menaikkan tarif parkir di sejumlah titik parkir liar. Kecuali di gedung akan lebih murah yang telah disediakan oleh Dishub.

Baca juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Penyebab menurunnya PAD tersebut, Tundjung menjelaskan, terkait karcis parkir. Tundjung mengimbau agar masyarakat harus meminta karcis kepada petugas parkir.

Meski begitu pihaknya juga akan mengurangi tempat parkir. Pengurangan tersebut diatas 50 persen dari 1800 titik. Nantinya pada April 2023 menjadi 700 titik.

"Saatnya mulai April terus banyak yang usaha baru karena yang lama udah bangkrut. Berarti kan lokasi-lokasi tumbuh baru pengusahanya dari A ke B pelanggannya baru yang parkir masih 1 2 atau 3. Ini kan butuh waktu juga untuk meng-create orang untuk jadi pelanggan dia,"jelasnya.

Baca juga: Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Lebih lanjut Tundjung menambahkan, setidaknya dari 1.200 titik parkir di Kota Surabaya. Lebih dari 1.000 titik adalah on street atau di bahu jalan, Sementara sisanya adalah off street atau di dalam gedung.

"1000 lebih masih on street dan harus dikendalikan. Sementara itu PAD-nya harusnya ditingkatkan nominalnya, supaya titik berkurang dapatnya lebih banyak," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru