selalu.id - Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) Surabaya dikosongkan seiring menurunya kasus Covid-19 dan dicabutnya PPKM oleh pemerintah pusat.
Pantuan selalu.id, tampak ratusan bed atau tempat tidur di RSLT masih terlihat terbengkalai dan sepi penghuni. Terlihat, hanya beberapa tugas BPBD yang menjaga.
Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, semua fasilitas yang berada di rumah sakit darurat tersebut akan dipindahkan atau didistribukan kepada RSUD milik Pemkot Surabaya dan puskesmas.
"Fasilitasnya lagi koordinasi dengan teman-teman mau diambil semua. Ditaruh RSUD BDH dan RSUD Dr. Mohamad Soewandhie. Oksigen yang kotak-kotak itu ditaruh di puskesmas. Jadi nanti Puskesmas itu akan ada pelayanan yang lebih ketika dibutuhkan," kata Eri, Kamis (5/1/2022).
Meski akan distirbusikan, Pemkot Surabaya tetap melihat Bed Occupancy Rate (BOR) dengan kasus apabila tinggi untuk varian baru. Pihaknya telah menyiapkan caranya.
Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
"Sudah kita lepas. Rumah sakit darurat itu kan hubungannya dengan BOR. Tapi lihat, naiknya karena apa. Kalau varian baru maka sudah ada caranya. Caranya, dengan aplikasi dan pribadi masing-masing sekarang ini," kata Eri.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina menambahkan, masih ada ratusan bed yang tersisa di RSLT.
Ratusan bed tersebut yakni sebanyak 102 bed pasien, 300 unit bed periksa pasien, 100 oksigen konsentrator, dan 2 buah hepafilter.
Baca juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Namun, kata dia, jumlah itu sudah berkurang, sebelumnya pendistribusian barang ke RS dan puskesmas milik pemkot sudah bertahap dilakukan mulai awal 2022. Sisanya, akan dilakukan lagi.
"Barang-barang yang ada di RS darurat sudah dilakukan pendistribusian secara bertahap ke RS BDH, RS Soewandhie dan puskesmas- puskesmas sejak awal tahun 2022," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi