Libur Nataru, Harga Bahan Pokok Naik dan Minyak Goreng Langka di Surabaya

Reporter : Ade Resty
Minyak goreng pemerintah merk Minyak Kita

selalu.id - Minyak goreng curah milik pemerintah yang bermerk 'Minyak Kita' mulai langka di pasar Surabaya. Beberapa pedagang mengaku kesulitan mencari stok.

Fatimah, salah satu pedagang Pasar Pucang mengaku kesulitan mencari stok dagangan untuk dijual.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa IzinĀ 

"Kemarin mintanya 20 kardus dikasih 3 kardus. Ada barang, tapi kurang,"kata Fatimah, kepada selalu.id, Selasa (27/12/2022).

Tak hanya kelangkaan minyak, sejumlah harga bahan pokok seperti daging ayam, beras, dan telur mengalami kenaikan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Beras ada yg naik Rp 300-500 per kilo. Telur naik menjadi Rp 30.000 ribu, sebelumnya Rp 27.000 ribu,"ujar Fatimah.

Hal yang sama juga diungkapkan salah satu pedagang Cabai, Kholifah yang menyebutkan harga dagangan cabai miliknya saat Nataru hanya sedikit mengalami kenaikan.

Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Cabai naik tapi sedikit, naik Rp 5.000 ribu perkilo. Sebelumnya Rp 35.000 sekarang Rp 40.000,"jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Surabaya Fauzie Mustaqiem Yos mengatakan bahwa ketersediaan atau stok Minyak Kita masih tersedia di pasaran Surabaya.

"Hal ini terbukti dalam operasi pasar, kami masih bisa memasarkan kepada masyarakat,"kata Yos, kepada selalu.id.

Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Yos menyampaikan, apabila memang Minyak Kita terjadi kelangkaan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim atau Disperindag Jatim dan Kementerian perdagangan.

"Hal ini dilakukan untuk segera dilakukan distribusi migor merk Minyak Kita kepada masyarakat. Kami akan crosscek ke Pasar Pucang,"jelasnya.

Ia menegaskan, Pemkot Surabaya tidak bisa menyetok Minyak Kita. Hal tersebut memang harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melancarkan distribusi produk. Namun, pihaknya akan bekerjasama dengan Pemprov Jatim maupun Kepolisian untuk sidak ke pasar-pasar. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru