selalu.id - Sebanyak 25 bus listrik bekas acara G20 di Bali akan dikirimkan ke Surabaya pada pertengahan bulan Desember 2022.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru mengatakan, dari total 34 bus listrik itu, sementara 25 bus yang dikirimkan secara bertahap. Sisanya akan datang di tahun 2023.
Baca juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD
"Memang direncanakan Surabaya dapat sekitar 34 unit, tapi bertahap. Mungkin di tahun ini perkembangan terakhir (dikirim) 25 unit dulu, karena tahun ini beroperasinya kurang lebih sekitar 1-2 minggu. Setelah itu kan kontraknya di tahun berikutnya," kata Tundjung, Kamis (8/12/2022).
Baca juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..
Tundjung menjelaskan, pengoperasionalan bus listrik itu dilakukan melalui mekanisme kontrak kerja sama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, dengan pihak operator.
Dalam hal ini, kata dia, pihak pengelola atau operator adalah Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI).
"Jadi itu semua yang berkontrak adalah Dirjen Perhubungan Darat dengan operator, dalam hal ini DAMRI," jelasnya.
Baca juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR
Nantinya, sebelum operasional bus listrik diterapkan, Dishub Surabaya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu.
"Nanti kalau sudah mendekati kita akan sosialisasi dan soft launching dulu, ini masih kita finalisasi. Harapannya ke depan perpindahan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum ini bisa lebih baik," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi