Kepala Sekolah SMPN 1 Surabaya Sebut Siswi yang Loncat Sering Terlihat Murung

Reporter : Ade Resty
Siswi SMPN 1 yang loncat dari lantai 2 sedang mendapatkan perawatan medis di RSUD dr Soewandhi

selalu.id - Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Surabaya, Hanifah menyebut siswi berisinial NPS (13) yang meloncat dari lantai 2 gedung sekolah cendrung pendiam.

Hanifah menerangkan, menurut keterangan wali kelas, siswi tersebut sering terlihat murung di sekolah.

Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Dia baru kelas 7, tadi sempat tanya ke wali kelasnya, sering murung dikelas. Memang anaknya pendiam. kalau kronologi seperti yang ada dipemberitaan (media), ada masalah keluarga," kata Hanifah, saat dihubungi selalu.id, Jumat (25/11/2022).

Meskipun pendiam, kata Hanifah, NPS justru terlihat baik-baik saja dan di lingkungan sekolah. Pun NPS bergaul baik bersama teman-temannya.

"Informasi dari Guru BK, anaknya pendiam.
Bersama teman baik, bergaul juga sama teman. Tidak ada masalah anaknya gak nakal
emang pendiam. Sebetulnya, kemarin juga kerja kelompok (bersama temannya) gak ada masalah"ujarnya.

Saat ini, NSP masih dalam perawatan di rumah sakit Soewandhi didampingi juga oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Surabaya. Rencananya NSP bakal di rehabilitasi di Shelter anak milik Pemkot Surabaya untuk mendapatkan pendampingan trauma psikis.

Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Masih di RS masih dalam pendampingan oleh DP3A, kita hanya bisa untuk mengarahkan dan mendampingi biar bisa pulih, biar trauma hilang kita konslesing juga,"ungkapnya.

Terkait adanya masalah keluarga, pihak sekolah masih mendalami permasalahan antara NSP dengan ibunya.

"Kita masih mendalami masalah NSP terhadap keluarganya. Kita tak bisa membuka semua karena kita lembaga pendidikan,"jelasnya.

Baca juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Lebih lanjut Hanifah menjelaskan, upaya untuk mencegah siswa-siswa di sekolahnya untuk tidak terjadi lagi, pihak sekolah mengimbau kepada siswa-siwa dan memberikan edukasi agar lebih peduli terhadap lawan-kawannya.

"Kebetualn hari Jumat ada keputrian dan ada salat jumat, kita sekaligus berdoa bersama untuk NSP, serta kita mengedukasikan mereka menyentuh empati mereka. Jadi kalau ada teman terlihat murung, diharapkan teman yang lain peduli," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru