Siswi SMPN 1 yang Nekat Loncat dari Lantai 2 Disebutkan Punya Masalah Keluarga

Reporter : Ade Resty
Korban saat ditemani petugas

selalu.id - Siswi SMPN 1 Surabaya yang nekat loncat dari lantai 2 gedung sekolah disebutkan sedang mengalami masalah keluarga. Siswi tersebut sering mendapat perlakuan kasar oleh ibunya.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, Hidayat Syah membenarkan hal ini berdasar dari informasi yang digali sementara.

Baca juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

"Infonya korban punya masalah sama ibunya. Masalah keluarga, ibunya sering mengasari dia," ujar Hidayat saat dikonfirmasi selalu.id, Jumat (25/11/2022).

Lebih lanjut Hidayat mengatakan, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya serta DP3A Surabaya mendatangi korban di RS Soewandhi untuk melakukan pendampingan.

Baca juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

"Tadi pak kepala Dispendik datang ke rumah sakit sama DP3A juga. Mereka mendampingi korban dan memberi motivasi. Korban juga didampingi dokter psikiater untuk menggali keterangan,"jelasnya.

Untuk menguatkan serta memberikan pendampingan, usai menjalani perawatan dari rumah sakit karena mengalami patah tulang, korban dibawa ke rumah rehabilitasi khusus putri yaitu di rumah aman (Shelter) milik pemerintah kota Surabaya.

Baca juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Korban harus menjalani masa rehab untuk memulihkan psikisdengan di buktikan surat pernyataannya tertulis dari orang tua korban," jelasnya.

Diketahui, seorang siswi SMPN 1 Surabaya Nekat Loncat dari lantai 2 gedung sekolah pada Jumat (25/11/2022) sekitar pukul 07.38 WIB. Disebutkan, berdasar keterangan saksi yakni rekan korban, korban memang sengaja meloncat dan mengalami patah tulang. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru