selalu.id - Kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) mencuat di Indonesia, di Surabaya sendiri tercatat ada 10 anak yang telah meninggal karena penyakit tersebut.
Salah satunya Abizar, balita berusia 4 tahun warga Tegalsari meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit dr Soetomo pada 9 Oktober 2022 lalu.
Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
Abizar dinyatakan meninggal akibat Gagal Ginjal Akut yang saat ini sedang marak terjadi pada anak-anak.
Nenek Abizar, Annisyah (58) menceritakan awal mula saat cucunya sakit disekitar tanggal 9 September sebulan yang lalu. Cucunya merasakan panas dingin yang kadang-kadang muncul.
"Dari sakit awal cucu saya sakit, 9 september itu ia kecapean. Satu bulan (Abizar) panas dingin, saya beberapa kali bawa ke puskesmas, awalnya (dibilang dokter) infeksi tenggorokkan," kata Annisyah, saat ditemui dirumahnya.
Kemudian, Abizar tidak bisa mengeluarkan air kencing maupun BAB. Dalam keadaan lemas, Annisyah berkali-kali membawanya ke Puskesmas dan ke Rumah sakit. Lalu, saat dicek darahnya, dokter menyatakan bahwa Abizar terkena Gagal Ginjal Akut.
"Saya bawa terakhir ke RS William Booth, pas dicek darahnya (dokter bilang) anaknya kena gagal ginjal, kemudian dirujuk ke RS Karang Menjangan (dr Soetomo),"jelasnya.
Selama sakit sebulan itu, Annisyah mengaku cucunya sempat meminum obat sirup yakni Unibebi Cough Syrup yang biasanya Abizar meminum itu tidak masalah, bahkan obat itu langsung membuat dia sembuh.
"Obat sirup (Unibebi Cough Syrup) nomor 28, sebulan sempat minum obat itu (saat sakit). Obat yang diberi dokter juga dikasih itu dingin kaya kulkas,"ujar warga Jalan Kupang Segunting, Surabaya ini.
Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
Lima hari sebelum dirujuk ke RS dr Soetomo, Abizar sulit mengeluarkan air kencing, bahkan setetes dua tetes saja. Kemudian, pada tanggal 8 dirujuk, Annisyah mengaku cucunya sempat cuci darah sehari sebelum meninggal.
"Kondisi membaik saat cuci darah, kemudian besok pagi dipindah ke ruang ICU. Saya dipanggil dokter kalau Abizar tidak bisa tertolong," kenangnya.
Lebih lanjut Annisyah mengungkap bahwa cucunya tersebut sangat aktif sering bersepeda keliling rumah. Bahkan, Abizar disebut anak yang jarang sakit.
"Keluarga saya tidak ada penyakit ginjal akut, Abizar (cucunya) anak yang pintar kalau maghrib dia mau sholat,"tuturnya.
Baca juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Cucunya yang bernama lengkap Muhammad Abizar Alghifari itu merupakan anak tunggal, Annisyah menambahkan, bahwa orangtua Abizar bekerja di Papua.
"Ayahnya bekerja di Papua, sedangkan ibunya sedang hamil 6 bulan,"
Dengan penyakit yang dialami cucunya, Annisyah berharap dokter maupun pemerintah bisa menangani kasus penyakit gagal ginjal tersebut agar tidak terjadi pada anak-anak lainnya.
"Saya tolong banget cari tahu penyebabnya (sambil nangis) biar tidak terjadi sama anak-anak lainnya,"harap Annisyah sembari menangis meratapi cucunya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi