selalu.id - Wali Kota menargetkan tahun 2023 seluruh wilayah di Surabaya teraliri PDAM. Eri Cahyadi meminta bawahannya (camat dan lurah) untuk menginformasikan wilayah yang belum tersambung.
"Saya minta (PDAM) mengumpulkan lurah dan camat untuk menginformasikan dimana wilayahnya, dimana warganya yang masih belum teraliri air," kata Eri, Rabu (28/9/2022).
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Eri mengatakan, laporan lurah dan camat itu membantu PDAM Surya Sembada untuk mengambil langkah-langkah perhitungan untuk penyelesaian.
"Sehingga akan dilakukan perhitungan oleh PDAM, apakah perlu pipa baru, atau apa, sehingga bisa teraliri PDAM. Fainsyaallah di tahun 2023, semuanya harus teraliri air," ujarnya.
Lebih lanjut Eri meminta kepada Direksi PDAM untuk mengkaji ulang terkait tarif air. Hal itu agar dapat dibedakan antara klaster perumahan menengah ke atas dengan perkampungan.
"Tarif masih kita hitung. Karena saya berharapnya, tidak ada lagi warga miskin mensubsidi warga kaya. Tapi dijaga betul,"ujarnya.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Warga yang mampu tetap membayar PDAM. Sedangkan, yang tidak mampu dapat subsidi oleh pemerintah.
"Ini yang harus diubah cara kerjanya. Saya berharapnya di 2023 sudah berjalan semuanya," ujarnya.
Eri kembali menekankan, PDAM untuk melakukan kajian soal tarif air bersih bagi warga miskin.
Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
Misal, untuk pelanggan dari kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan kebutuhan air di bawah 10 ribu liter, mereka dapat diberi skema subsidi.
"Kalau air itu untuk kepentingan pribadi, kepentingan keluarga, 10 ribu liter itu bisa untuk lima orang yang (tinggal) di luasan rumah 70 meter persegi. Ini lagi dikaji, saya berharap kalau itu (perhitungan) bisa gratis, ya gratiskan," pungkas dia. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi