Keluh Kesah Pedagang di Pasar Tradisional Surabaya Akibat Kenaikan Harga BBM

Reporter : Ade Resty
Salah satu pedagang sayuran di Pasar Keputran Surabaya

selalu.id - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak langsung dengan kebutuhan masyarakat. Harga bahan pokok ikut mengalami kenaikan.

Akibat kenaikan bahan pokok tersebut, sejumlah pedagang pasar di Surabaya mengeluh karena pembeli mulai menurun.

Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Siti Romlah (29), salah satu pedagang sayur di Pasar Keputran Surabaya, mengaku ikut merasakan dampak dari kenaikan BBM.

"Menurun banget, ini tiga peti (keranjang sayur) biasanya habis, sekarang satu peti gak habis," jelasnya, saat ditemui selalu.id di Pasar Keputran Surabaya, Senin (5/9/2022) malam.

Siti pun mengungkapkan, harga sayur-mayur kulakannya semua mengalami kenaikan.

Misal, bawang merah naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 27 ribu, harga Sawi Rp 8 ribu menjadi Rp 12 ribu, dan cabe Rp 25 ribu menjadi Rp 50 ribu.

"Kena dampak bensin naik. Bahan kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat, tapi sepi pembeli," keluhnya.

Siti berharap, Pemerintah hadir untuk menurunkan harga bahan pokok. Sebab, semua lapisan masyarakat terdampak dari kenaikan ini

Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Bahan pokok diturunin lah, percuma dapat jatah kaya gini, orang lainnya gak dapat kasian"tuturnya.

Hal yang sama juga dirasakan Martini (45), dirinya mengaku sejak harga BBM naik, harga dagangan sayur-mayurnya iku mengalami kenaikan.

"Dagangan semuanya naik. Naiknya sedikit-sedikit ada yang Rp 500- 1000. Sejak Sabtu pembeli juga menurun,"ujarnya.

Baca juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Tak hanya pedagang sayur-mayur, salah satu pedagang ayam Yoyok (40) mengaku, pembelinya ikut sepi sejak BBM naik, harga ayamnya pun juga naik

"Biasanya ramai, sekarang sepi sejak BBM naik. Ayam naik sekarang, di pengepul Rp 30 ribu kalau di pasar Rp 35 ribu,"ujarnya.

Yoyok pun pasrah mengikuti kebijakan pemerintah yang telah menaikan harga BBM yang berimbas ke harga bahan pokok.

"Percuma dilawan, hanya bisa ikut pemerintah Saya orang bawah ngikut aja,"terangya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru