selalu.id - Bupati Sumenep Achmad Fauzi berbicara tentang pentingnya merawat kebudayaan dan Tradisi. Hal itu dia sampaikan saat menerima keris pusaka keraton Sumenep setelah dilakukan penjamasan.
Prosesi penerimaan pusaka keris keraton Sumenep berlangsung di Pendoopo Agung Kabupaten Sumenep, Senin (8/09/2022).
Baca juga: Cak Yebe Apresiasi Brojo Wahni, Keris Nusantara Didorong Mendunia
Dalam prosesi penerimaan Pusaka Keris Keraton Sumenep. Achmad Fauzi mengungkapkan bahwa penjamasan benda pusaka keraton merupakan prosesi agung dalam merawat peninggalan leluhur.
"Penjamasan pusaka keraton memang menjadi agenda rutin setiap tahun. Karena ini bagian dari menjaga warisan pendahulu kita," ucapnya.
Dengan adanya prosesi penjamasan tidak hanya bertujuan untuk merawat peninggalan leluhur. Tetapi, untuk memberikan pengetahuan kepada generasi muda bahwa Kabupaten Sumenep sangat kaya akan sejarah.
Baca juga: Patroli Hiburan Malam Diperketat, Dua Pemuda Positif Narkoba di Sumenep
"Mari kita jaga dan lestarikan leluhur ini. Pusaka atau keris tidak hanya menggambarkan kejayaan masa lalu, tetapi juga sudah menjadi bagian dari simbol kabupaten Sumenep untuk dikenal oleh dunia. Lebih-lebih mampu menjadi bagian dari penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat," ungkap Achmad Fauzi.
Perlu diketahui, proses penyerahan pusaka keraton Sumenep dilakukan setelah dua hari sebelumnya dilaksanakan penjamasan oleh pelestari budaya leluhur desa Aeng Tongtong “Pelar Agung”.
Penyerahan pusaka keris keraton Sumenep dilakukan dengan melakukan pawai sebelum memasuki pendopo agung. Pada barisan depan diisi oleh para pembawa pusaka dan diikuti oleh para pengiringnya yang membawa tombak.
Baca juga: Menteri Purbaya Terima Hibah Pusaka Kyai Udan Mas di Surabaya
Tidak hanya itu, dalam barisan pawai penyerahan pusaka keraton juga terdapat beberapa hasil bumi masyarakat Sumenep. Seperti buah pisang, buah kelapa, singkong dan lainya.
Tidak ketinggalan juga, pawai penyerahan pusaka keraton Sumenep juga diiringi oleh musik khas kabupaten Sumenep yaitu saronin. (SL1)
Editor : Redaksi